Dream Chasers Garuda Select Season 2 Episode 20

Musibah Menimpa Bagus Kahfi

RA
Oleh Reza Adi Surya
Rabu 06 Mei 2020
share
(Dok: Mola TV)

INILAHCOM, Jakarta - Dream Chasers Garuda Select Season 2 Episode 20 menceritakan musibah yang menimpa Bagus Kahfi. Dia mengalami cedera cukup parah. Selain itu, ada juga cerita Brylian Aldama semakin dekat mewujudkan impian main di Eropa.

Dream Chasers adalah program original Mola TV dimana kita dapat dilihat perjuangan anak-anak Indonesia yang mendapat kesempatan langka mengejar mimpi berkarier secara profesional di Eropa. Diasuh oleh duet berkarakter, Dennis Wise dan Des Walker, total 24 anak mendapat pelatihan dengan standar kelas dunia.

Pada musim kedua, keseharian Skuad Garuda Select saat berlatih, bersantap makan, berjalan-jalan, hingga bertanding, bisa terus diikuti. Kali ini, perjalanan bahkan tidak hanya terbatas di Inggris, tapi juga di Italia. Nama-nama besar seperti Torino, Internazionale, hingga Juventus, sempat menjadi lawan David Maulana cs. di Italia, selain tentunya Sheffield United, dan Bournemouth di Inggris.

Episode kali ini dibuka dengan proses penandatanganan Brylian dengan Forza Sports, perwakilan agensi pemain yang menaungi pemain ternama seperti David Neres dan Lassina Traore. Direktur teknik Garuda Select, Dennis Wise menjadi perantaranya.

"Ini jadi hari menyenangkan bagi Brylian dan keluarganya. Dia sudah memilih mengikuti mimpinya, apa yang dia lakukan. Dia ingin main di Eropa, dan saya akan membantu dirinya untuk maju. Itu adalah target kita, tempatkan dia di suatu tempat dan membuat dia maju ke level berikutnya," kata Wise.

"Ini pujian untuk dia dan ada beberapa pemain juga akan berkembang di luar Indonesia. Mereka akan selalu bisa kembali ke Indonesia dimana saya rasa mereka akan bisa dengan mudah beradaptasi," tambah Wise.

"Saya ingin melihat pemain Indonesia main di Eropa. Saya rasa mereka punya kemampuan seperti pemain lain. Mereka hanya tak punya kesempatan. Maka dari itu mereka mendapatkan kesempatan melalui Program Garuda Select. Ikut terlibat di dalamnya. Kamu ingin melihat mereka mendapat kesempatan main di luar Indonesia," lanjut legenda Chelsea itu.

Brylian tak bisa menutupi rasa bahagianya. Dia mendapat kado yang sangat indah di hari ulang tahun ke-18. Setelah sebelumnya mendapat kejutan dari keluarganya yang terbang langsung ke Inggris, kali ini pemain yang menggemari Chelsea itu semakin dekat mewujdukan impiannya main di Eropa.

"Ini tahap pertama saya bisa go internasional. Ini saya anggap hadiah terbesar saya di hari ulang tahun saya. Saya harap hadiah ini bisa membawa saya beruntung ke depannya dan bisa memberikan kebahagiaan untuk orang di sekitar saya," ujar Brylian.

"Mungkin habis ini saya mau makan-makan, tapi tidak mau merayakan berlebihan. Paling penting orangtua saya senang, saudara-saudara saya senang, jadi tidak perlu berlebihan," ujar Brylian.

Pelatih Garuda Select, Des Walker turut merasa bahagia dengan apa yang dicapai Brylian. Walker menyebut Brylian pantas mendapat kesempatan main di Eropa karena punya kualitas mumpuni.

"Selalu bagus melihat pemain mengambil langkah maju, mendapatkan sesuatu, menaiki tangga untuk mencapai tujuan mereka, yaitu bermain sepak bola untuk hidupnya dan dia sedang mencoba meraih itu sekarang. Saya doakan yang terbaik untuk dia. Dia adalah pemain sebagus pemain berusia 17 tahun yang pernah kamu lihat," kata Walker.

Selanjutnya Garuda Select akan menghadapi Reading U-18. Tak seperti tim sebelumnya, Reading U-18 termasuk tim kategori 1 yang tentu kualitasnya lebih baik dari lawan-lawan sebelumnya. Tahun lalu Garuda Select bisa menang 4-1, tapi bukan jaminan tahun ini bisa meraih hasil yang sama.

"Kita akan melawan Reading. Kita tahu mereka tim yang sangat bagus. Mereka memiliki keunggulan fisik yang sudah kuat lihat setiap minggunya dalam sepak bola Inggris. Anak-anak akan siap menghadapi pertandingan dan mereka bersemangat seperti yang terlihat dalam latihan," ujar asisten pelatih Garuda Select, Danny Holmes.

"Saya rasa para pemain sudah tampil bagus. Kita naik ke kategori berikutnya, ke kategori 1. Di sini kualitasnya sedikit lebih tinggi. Ujian sebenarnya adalah hari ini dengan lawan kategori 1, yakni Reading," ungkap Wise.

Sebelum melawan Reading, para pemain melakukan sesi latihan seperti biasa. Kali ini tim pelatih fokus pada set piece kala menyerang dan juga bertahan. Sejauh ini, Garuda Select belum pernah mencetak gol dari situasi sepak pojok.

Salah satu pemain yang mendapatkan evaluasi adalah bek tengah, Dodi Irawan. Dia masih sering salah dalam mengambil posisi ketika menghadapi situasi set piece. Bahkan, Holmes berjanji akan melakukan 100 kali push-up andai Dodi bisa mencetak gol dari sepak pojok.

Hari pertandingan tiba. Pelatih Reading U-18, Mikele Leigertwood berharap timnya bisa mendapatkan hasil lebih baik kali ini dibandingkan tahun lalu.

"Kita bermain lawan mereka tahun lalu. Kita tahu mereka memiliki intensitas tinggi dan pekerja keras. Semoga kita bisa mendapatkan hasil lebih baik," ujar Leigertwood.

"Kita suka bermain dengan tempo tinggi, mencoba pertahankan bola, dan mencari cara untuk maju ke depan. Kita akan mengombinasikan dengan bermain lebih langsung ke depan. Kita tidak cukup naif ini akan berjalan mudah, itu mungkin yang jadi harapan kita tahun lalu dan ternyata kalah, tapi kali ini kita siap memberikan perlawanan bagus," tambahnya.

Sebelum pertandingan, seperti biasa, Walker memberikan motivasi kepada para pemain. Dia meminta anak asuhnya tidak statis dalam pergerakan dan lebih banyak melepaskan umpan akurat.

"Tim ini akan lebih banyak mengoper bola dibandingkan tim yang pernah kalian hadapi. Ini artinya kita harus kompetitif. Tempel ketat mereka, tekel. Bukan hanya diam di belakang dan terkesima dengan mereka. Oper, oper, oper. Kita main rapat," ungkap Walker.

Pertandingan dimulai. Garuda Select tampil menekan sejak menit awal. Hasilnya, mereka bisa mencetak gol melalui Bagus Kahfi. Menang duel dalam perebutan bola di area lawan, Bagus menusuk ke kotak penalti dan menyelesaikan peluang dengan dingin.

Bagus kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini dia memanfaatkan umpan tarik dari sisi kanan. Dengan mudah, pemain berambut kribo itu menaklukkan kiper lawan.

Bencana pun datang. Ketika sedang duel udara dengan pemain lawan, Bagus salah posisi dalam mendarat dan mengalami cedera. Terdengar jelas suara Bagus menjerit kesakitan. Dia tak bisa melanjutkan laga dan digantikan Arsa Ahmad.

Reading berhasil memperkecil ketertinggalan jelang babak pertama usai. Skor 2-1 bertahan hingga wasit meniup peluit babak pertama usai.

Cederanya Bagus membuat para pemain terpukul. Hal itu tampak jelas dari wajah-wajah mereka saat berada di ruang ganti jeda babak pertama. Meski demikian, tim pelatih memastikan akan merawat Bagus dengan baik dan para pemain tak perlu cemas.

Babak kedua dimulai. Tapi, para pemain Garuda Select mulai kehilangan fokus. Sepertinya cedera Bagus memengaruhi mental bermain. Entah kehilangan rasa percaya diri atau takut mengalami nasib yang sama dengan Bagus. Akhirnya, Reading bisa menyamakan skor yang diawali dari skema sepak pojok. Skor 2-2 bertahan hingga laga usai.

"Mengecewakan cara kita kebobolan. Menurut saya kita bermain sangat bagus di babak pertama. Tapi mengecewakan cara kita kebobolan melalui set piece. Menurut saya kita harusnya bisa sedikit lebih berani. Permainan berubah ketiga Bagus cedera. Cederanya sedikit mengubah permainan kita," papar Wise.

Program Dream Chasers Garuda Select Season 2 Episode 20 dapat disaksikan langsung di aplikasi Mola TV secara gratis atau di situs Mola TV. Bagi yang berlangganan bisa sekaligus berpartisipasi ikut membantu penanganan Covid-19.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA