Dream Chasers Garuda Select Season 2 Episode 21

Mencari Pengganti

RA
Oleh Reza Adi Surya
Rabu 06 Mei 2020
share
(Dok: Mola TV)

INILAHCOM, Jakarta - Dream Chasers Garuda Select Season 2 Episode 21 bercerita tentang sosok Arsa Ahmad yang mendapat kritikan dari tim pelatih saat tampil buruk menggantikan Bagus Kahfi lawan Reading U-18. Selain itu, ada juga cerita kondisi Bagus usai operasi.

Dream Chasers adalah program original Mola TV dimana kita dapat dilihat perjuangan anak-anak Indonesia yang mendapat kesempatan langka mengejar mimpi berkarier secara profesional di Eropa. Diasuh oleh duet berkarakter, Dennis Wise dan Des Walker, total 24 anak mendapat pelatihan dengan standar kelas dunia.

Pada musim kedua, keseharian Skuad Garuda Select saat berlatih, bersantap makan, berjalan-jalan, hingga bertanding, bisa terus diikuti. Kali ini, perjalanan bahkan tidak hanya terbatas di Inggris, tapi juga di Italia. Nama-nama besar seperti Torino, Internazionale, hingga Juventus, sempat menjadi lawan David Maulana cs. di Italia, selain tentunya Sheffield United, dan Bournemouth di Inggris.

Arsa Ahmad menjadi sorotan setelah tak mampu menampilkan performa sesuai standar di laga kontra Reading U-18. Dipercaya menggantikan Bagus Kahfi yang cedera di babak pertama, Arsa tampil mengecewakan. Bahkan, posisinya digantikan Alfriyanto Nico di awal-awal babak kedua.

Usai ditarik ke luar lapangan, Arsa mendapatkan nasihat dan masukan dari Dennis Wise. Dia menyebut, Arsa masih belum memahami perannya sebagai penyerang. Arsa mengaku sedikit terbebani dengan perannya sebagai pengganti Bagus yang selalu menjadi tumpuan lini depan Garuda Select.

"Saat itu saya membawa beban berat, itu kesalahan saya. Itu yang membuat permainan saya tidak lepas dan tidak bisa menunjukkan bahwa saya pantas. Jadi itu kesalahan saya. Membawa perspektif dan coach Dennis dan coach Des menjadi beban untuk saya," kata Arsa.

"Jadi yang saya tangkap itu, yang paling penting kata coach Dennis, melakukan apa yang menjadi tugas saya sebagai striker. Saya harus melakukan tugas seorang striker," tambahnya.

Di awal, Arsa adalah pemain andalan di lini depan. Tapi, sejak kedatangan Bagus Kahfi, posisinya mulai tergusur ke bangku cadangan. Dengan absennya Bagus, Arsa berjanji akan memanfaatkan kesempatan yang ada dan memperbaiki lagi penampilannya di lapangan.

"Yang harus saya pahami dalam beberapa pekan terakhir dan paling penting apa yang dikatakan coach Dennis untuk dapat memahami cara bermain sepak bola dan juga main simpel. Yang jelas saya ingin mendapatkan menit bermain lebih banyak dari sebelumnya," kata Arsa.

"Yang harus dikembangkan lagi dari diri saya adalah ketenangan, memahami taktik dan strategi yang diberikan pelatih, kemudian bermain simpel," lanjut Arsa.

Sementara itu, Wise masih yakin dengan kemampuan Arsa. Dia meminta Arsa lebih memahami permainan, terutama tugasnya sebagai seorang penyerang.

"Kamu harus lakukan apa yang benar untuk tim. Terkadang yang dia lakukan itu tidak benar untuk tim. Ketika bola datang, kamu menguasainya, kamu harus bisa pastikan bola akan diumpan ke temanmu, kamu harus bisa pertahankan bola. Ini adalah hal-hal penting bagi kamu sebagai pemain," ujar Wise.

Perjalanan Garuda Select berlanjut. Kali ini mereka bersiap menghadapi tim kategori 1 lainnya, Bournemouth. Anak-anak harus melakukan perjalanan jauh karena Kota Bournemouth terletak di bagian selatan Inggris.

"Hari ini kami berada di Oak Park untuk mempersiapkan diri melawan Bournemouth besok. Perjalanan akan sangat jauh karena itu kita akan berangkat satu hari sebelumnya. Ini sesuatu hal yang baru untuk mereka. Satu hal yang mereka harus terbiasa karena salah satu bagian dari pemain sepak bola adalah perjalanan dan menginap di hotel," ujar asisten pelatih Garuda Select, Danny Holmes.

Dalam sesi latihan jelang laga melawan Bournemouth, para pemain membentuk lingkaran di garis tengah lapangan. Mereka mengoper bola, sementara itu ada satu pemain dalam di lingkaran yang mencoba merebut bola. Selain itu, dilakukan latihan permainan dengan membagi dua tim.

Di sisi lain, Dennis Wise mendampingi Bagus Kahfi yang harus menjalani operasi. Kabar baiknya, operasi Bagus berjalan lancar. Dia harus menepi beberapa bulan untuk menyembuhkan cedera. Selama masa pemulihan, Bagus sempat tinggal beberapa hari di rumah Wise.

"Tiga hari lalu saya baru saja menjalani operasi dan operasinya berjalan lancar. Kata dokter harus istirahat beberapa bulan untuk masa penyembuhan. Cedera saya di bagian engkel, ada tulang fibula yang patah, kemudian ada bagian ligamen yang bergeser," kata Bagus.

Ada kisah unik diceritakan Bagus. Sebagai fan Manchester United, Bagus memutuskan memakai jersey Chelsea. Pasalnya, dia tahu Wise legenda Chelsea dan benar saja, seisi rumah Wise memakai jersey Chelsea.

"Saya tinggal di rumah coach Dennis dan waktu itu saya pakai jersey Chelsea, tidak mau pakai jersey Manchester United karena di rumah dia pakai Chelsea semua," tambahnya.

"Saya bersama Bagus beberapa hari ini. Dia sempat tinggal di rumah saya beberapa hari. Dia makan banyak, dan istri saya sekarang kembali berbelanja," ucap Wise sambil tertawa.

Pertandingan melawan Bournemouth segera dimulai. Seperti halnya Reading U-18, Bournemouth U-18 juga termasuk tim kategori 1. Di laga ini, tim pelatih menyiapkan Alfriyanto Nico untuk mengisi posisi lini depan menggantikan Bagus Kahfi.

"Hari ini kita akan melawan Bournemouth, tim kategori satu. Ini akan menjadi ujian bagus untuk anak-anak. Bagus cedera, tentu saja menjadi sebuah kehilangan untuk tim. Tapi kita ada Nico yang siap masuk ke dalam tim dan ini akan menjadi sebuah kesempatan yang bagus untuk menunjukkan kemampuan dia," kata Holmes.

Kehilangan Bagus tentu menjadi pukulan telak bagi Garuda Select. Hal itu disadari betul oleh Walker. Tapi, legenda Inggris itu mengatakan, absennya Bagus bisa menjadi kesempatan pemain lain untuk menunjukkan kemampuannya.

"Dalam sepak bola kamu akan sering cedera. Tentu disayangkan Bagus cedera, dia sedang bermain dengan bagus. Dia dalam performa terbaik, mencetak banyak gol. Tapi kita bisa mengurus dia dan semoga dia segera pulih secepatnya. Tentu ini sedikit melemahkan tim, tapi ini membuka pintu kesempatan untuk pemain lain," ucap Walker.

Bagi Bournemouth U-18, Garuda Select adalah lawan yang asing. Mereka belum pernah berhadapan dengan tim dari luar negeri.

"Ini akan menjadi pertandingan yang cukup menantang. Saya rasa ini akan berbeda dari yang biasa kita hadapi. Saya rasa mereka pemain yang lebih teknikal. Ini akan menjadi sebuah pertandingan yang bagus," ujar penyerang Bouremouth U-18, Jake Adams.

"Bournemuth adalah tim yang lebih memainkan penguasaan bola. Pekerja keras dan ingin terus menekan. Saya melihat kita terbiasa menghadapi tim lokal dan kita tidak tahu apa-apa soal lawan kali ini dan itu bagus. Ini akan menjadi ujian bagi tim kita," kata pelatih kepala akademi Bournemouth U-18, Joe Roach.

Pertandingan dimulai. Garuda Select langsung menyerang sejak menit awal. Ketika laga baru memasuki menit keempat, Nico dijatuhkan di kotak terlarang dan wasit memberikan penalti. Nico, yang menjadi eksekutor, gagal menendang penalti. Beruntung, bola liar berhasil dimanfaatkannya menjadi gol.

Garuda Select berhasil menggandakan skor melalui Ferdiansyah. Diawali umpan silang dari sayap kiri, bola gagal dihalau dengan sempurna oleh bek lawan. Ferdi dengan sigap melepaskan tendangan ke gawang. Skor 2-0 bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Garuda Select punya beberapa peluang melalui Ferdi dan Nico. Sebenarnya peluang yang didapat Nico bisa menjadi gol andai tak memaksakan melepaskan tendangan ke gawang dalam posisi sulit. Padahal dia bisa mengumpan ke tengah di mana rekannya dalam posisi bebas. Di pinggir lapangan, Des Walker berteriak ke Nico mengapa dia tak mengumpan bola ke rekannya.

Laga ini sekaligus menjadi comeback Andre. Dia dimasukkan sekitar 15 menit jelang laga usai. Setelah cedera panjang, Andre akhirnya bisa mengolah si kulit bundar lagi. Skor 2-0 bertahan hingga laga usai.

"Mereka bermain dengan sangat bagus. Saya pikir di babak pertama anak-anak mendikte permainan. Sebenarnya kita bisa mencetak lebih banyak gol. Secara pertahanan, kita bermain dengan sangat bagus mempertahankan keunggulan 2-0. Lawan hanya punya satu tendangan ke gawang dari pemain yang masuk dari sisi kiri dan Risky menyelamatkannya dengan bagus," kata Walker.

"Mereka bisa merasa puas dengan permainan mereka yang bagus dan ada beberapa pemain bagus dalam tim. Program yang sedang berjalan ini sangat bagus. Dari sisi kita, kita bermain buruk di segala sisi," kata pelatih Bournemouth U-18, Alan Connell.

Andre tak bisa menutupi rasa bahagianya diberikan kesempatan main di laga ini. Setelah cedera cukup lama, akhirnya pemain berjuluk 'Kobra' bisa bermain lagi.

"Senang banget bisa main, karena tadi sudah berharap banget bisa bermain dan Alhamdulillah dikasih menit bermain sama coach Dennis," ujar Andre.

Program Dream Chasers Garuda Select Season 2 Episode 21 dapat disaksikan langsung di aplikasi Mola TV secara gratis atau di situs Mola TV. Bagi yang berlangganan bisa sekaligus berpartisipasi ikut membantu penanganan Covid-19.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA