Dream Chasers Garuda Select Season 2 Episode 22

Akhir yang Prematur

RA
Oleh Reza Adi Surya
Kamis 07 Mei 2020
share
(Dok: Mola TV)

INILAHCOM, Jakarta - Dream Chasers Garuda Select Season 2 Episode 22 bercerita tentang petualangan para pemain yang berakhir prematur di Inggris karena pandemi Covid-19.

Dream Chasers adalah program original Mola TV dimana kita dapat dilihat perjuangan anak-anak Indonesia yang mendapat kesempatan langka mengejar mimpi berkarier secara profesional di Eropa. Diasuh oleh duet berkarakter, Dennis Wise dan Des Walker, total 24 anak mendapat pelatihan dengan standar kelas dunia.

Pada musim kedua, keseharian Skuad Garuda Select saat berlatih, bersantap makan, berjalan-jalan, hingga bertanding, bisa terus diikuti. Kali ini, perjalanan bahkan tidak hanya terbatas di Inggris, tapi juga di Italia. Nama-nama besar seperti Torino, Internazionale, hingga Juventus, sempat menjadi lawan David Maulana cs. di Italia, selain tentunya Sheffield United, dan Bournemouth di Inggris.

Di awal video diceritakan Garuda Select menggelar latihan pertandingan 11 melawan 11 antar pemain karena mereka tak bisa menghadapi Blackburn U-18 yang ditunda karena lawan tampil di ajang FA Youth Cup.

"Kita berada di Sporting Khalsa. Dengan adanya penundaan pertandingan, kita sedang mencoba memberikan waktu bermain ke pemain. Kita akan bermain 11 lawan 11 antar pemain kita. Bentuk dua tim dan bermain 2x45 menit," kata asisten pelatih Garuda Select, Danny Holmes.

"Ini untuk memberikan waktu bermain kepada pemain dan memastikan mereka tetap fit dan siap jika ada pertandingan lagi," tambahnya.

Tim merah menghadapi tim putih. Tapi, tim merah kekurangan satu pemain karena Rafli Asrul mengalami gangguan pada lutut dan tak bisa bermain. Posisi Rafli digantikan pelatih fisik, Jake Fitzsimmons.

"Rafli mengalami cedera lutut, dia harus absen dulu. Jadi kita kekurangan satu pemain dan Jake (Fitzsimmons) akan bermain mengisi kekosongan," ujar Holmes.

Meski bertanding sesama rekan, pertandingan berjalan seru. Mereka memberikan perlawanan sungguh-sungguh. Pertandingan akhirnya berakhir dengan skor imbang 3-3.

"Tadi adalah latihan yang bagus, karena yang kita inginkan adalah tempo permainan. Kita harus menjaga pemain tetap fit. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menciptakan situasi pertandingan. Semua pemain memberikan segalanya," kata pelatih Garuda Select, Des Walker.

Kompetisi Liga Primer Inggris akhirnya ditunda pada 13 Maret. Empat hari berselang, diumumkan juga penundaan pertandingan level akademi. Penyebaran virus Corona di Inggris makin mengkhawatirkan.

"Virus Corona sedang menyebar dengan sangat buruk ke seluruh dunia. Kita harus terus memerhatikan anak-anak, kita cek suhu badan dan pastikan mereka fit dan sehat. Dengan adanya penyebaran virus ini, mungkin akan isolasi flat. Semua yang ada di area rumah harus diisolasi," ujar fisioterapis, Macauley Spurling.

"Semua harus tetap tenang, ikuti prosedurnya. Botol air minum sekarang dipegang setiap anak. Sekarang mereka bawa pulang botol minum dan mencuci botolnya sendiri. Jadi tidak mungkin terjadi penularan dari situ. Anak-anak mencuci tangan sesering mungkin. Mereka melakukannya dengan baik," tambahnya.

Dengan situasi seperti saat ini, ada kemungkinan pertandingan tersisa tak bisa dilanjutkan. Masih ada beberapa pertandingan yang sejatinya akan dilaksanakan, yakni Leicester City U-18 pada 28 Maret. Selain itu, mereka sedianya akan bertanding melawan Arsenal U-18 dan Manchester City U-18 pada April 2020.

"Situasinya tidak bagus, sangat sulit sekarang karena semua pertandingan dibatalkan. Ada kemungkinan besar anak-anak ini akan pulang lebih cepat," ucap direktur teknik Garuda Select, Dennis Wise.

"Ini bukan berita bagus untuk anak-anak karena kita akan menjalani beberapa pertandingan bagus nantinya. Sayang, situasi tak memungkinkan. Kita hanya bisa menunggu dan melihat perkembangannya," ujar Wise.

Para pemain diminta menjaga diri agar tak tertular virus Corona. Mereka harus menjaga kebersihan di kamar dan rajin mencuci tangan.

"Dengan sudah menyebarnya Virus Corona, saya dan teman-teman menjaga kebersihan di kamar masing-masing dan dapur," kata bek Garuda Select, Kakang Rudianto.

"Kita akan memeriksa suhu tubuh setiap anak. Kita mencari apakah ada yang suhunya di atas 38 derajat. Jika ada, yang ada di flat harus tinggal diisolasi selama 14 hari dan kita akan memantau mereka," ungkap Spurling.

Pemerintah Inggris mulai menutup beberapa area publik, termasuk tempat yang biasa digunakan Garuda Select latihan, Oak Park. Untuk sementara mereka pindah ke Sporting Khalsa.

"Kita harus pindah tempat, karena tempat biasa kita berlatih di Oak Park ditutup. Peraturan legislatif sekarang adalah semua ditutup, semua area publik di sekitar harus ditutup. Sedikit disayangkan, tapi kita punya rencana cadangan," ujar Walker.

"Kita pergi ke Khalsa, tempat yang dikelola secara perorangan. Jadi kita mendapatkan tempat itu untuk kita sendiri. Aspek keamanan juga terjamin karena hanya ada kelompok kita saja. Kita tetap latihan seperti biasa. Latihan untuk membuat anak-anak tetap fit. Tidak ada perubahan," tambah Walker.

Meski tak ada kepastian mengenai kelanjutan pertandingan, anak-anak Garuda Select tetap berlatih dengan serius. Mereka tetap menunjukkan antusias tinggi.

"Anak-anak tetap melanjutkan aktivitas dan mereka tetap bersemangat untuk terus melakukan apa yang harus mereka tingkatkan," ujar Wise.

Akhirnya didapat kepastian Garuda Select tak bisa melanjutkan pertandingan. Dengan berat hati, mereka harus pulang lebih cepat ke Indonesia dari yang dijadwalkan.

"Saya mencooba menahannya selama mungkin karena saya ingin terus melanjutkan dan menyelesaikannya. Saya sudah sampai tahap pembahasan dengan Manchester City yang memberitahu untuk menunggu enam minggu lagi. Setelah itu, mungkin kita bisa melakukan pertandingan. Tapi situasi saat ini sudah tak memungkinkan," kata Wise.

"Ketika saya tahu tidak akan ada pertandingan lagi ke depannya, tidak bagus selalu berlatih tapi tidak ada tujuan akhirnya. Di sini saya merasa, ini waktunya bagi anak-anak untuk pulang. Saya bilang saya akan bertemu lagi dengan beberapa dari mereka dan itu akan terjadi. Tidak ada banyak, tapi ada beberapa dari mereka. Mereka akan kembali bersama tim yang nanti akan datang ke sini," lanjut Wise.

Meski demikian, Wise mengaku sudah melakukan pemantauan terhadap anak-anak yang akan didatangkan lagi ke Inggris pada Garuda Select Season Tiga. Sudah ada pemandu bakat, Wes Awad yang memantau penampilan pemain-pemain muda yang tampil di Piala Soeratin dan Liga Elite Pro.

"Kita harus datang lagi ke Indonesia dan memantau pemain-pemain muda yang muncul. Tahun ini kita mendapatkan sebuah bonus dimana ada Wes Awad yang akan dipekerjakan secara penuh. Dia sudah mulai mencari selama tiga atau empat minggu di Indonesia. Wes bercerita ada kelompok pemain yang cukup bagus untuk kelompok berikutnya," ungkap Wise.

Dalam laporan yang diberikan Wes, ada satu pemain yang menarik perhatiannya, yakni Krisna Sulistia. Nama Krisna Sulistia meroket pada Piala Soeratin U-15 2019 lalu. Selain membawa timnya, Kalimantan Barat, melangkah ke final, Krisna juga berhasil merebut gelar pencetak gol terbanyak.

"Saya sangat berharap bisa melihat Krisna. Kita nanti akan datang ke Indonesia dan bisa melihat anak-anak kelompok kita berikutnya. Kita akan melihat siapa yang dipilih tahun depan. Kemungkinan juga beberapa anak yang bersama kita tahun ini akan kembali bergabung," kata Wise.

Para pemain Garuda Select kecewa karena tak bisa menyelesaikan pertandingan sesuai jadwal. Padahal, sudah menanti lawan-lawan berat seperti Manchester City dan Arsenal.

"Rasanya sanga kecewa karena tidak bisa menghadapi tim-tim kuat seperti Arsenal, Manchester City. Itu pertandingan yang ditunggu-tunggu, tapi sayang tidak bisa melawan mereka," ungkap bek Garuda Select, Dodi Irawan.

Sebelum bertolak ke bandara menuju Indonesia, Walker memberikan pesan kepada para pemain. Selain itu, dia berharap bisa bertemu lagi dengan mereka. Legenda Inggris itu juga mendoakan kesuksesan untuk karier para pemain di masa depan.

"Saya harap kalian menikmatinya. Ini adalah sebuah pengalaman yang tidak banyak anak berusia 16 tahun akan dapatkan. Pemain yang nantinya akan kembali, kita akan bertemu lagi. Untuk yang tidak kembali, karena saya akan sering datang ke Indonesia, semoga kita bertemu di sana dan saya bisa menonton kalian bermain," kata Walker.

"Semoga berhasil dalam karier kalian di masa depan. Semoga kita akan bertemu lagi. Sangat menyenangkan bertemu kalian," tandasnya.

Program Dream Chasers Garuda Select Season 2 Episode 22 dapat disaksikan langsung di aplikasi Mola TV secara gratis atau di situs Mola TV. Bagi yang berlangganan bisa sekaligus berpartisipasi ikut membantu penanganan Covid-19.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA