Rasa Sesal Eriksson Tinggalkan Lazio demi Inggris

RA
Oleh Reza Adi Surya
Sabtu 16 Mei 2020
share
(Guardian)

INILAHCOM, Roma - Sven-Goran Eriksson mengaku ada sedikit rasa penyesalan ketika meninggalkan Lazio untuk melatih Timnas Inggris. Tapi, nasi sudah menjadi bubur.

Tepat 20 tahun lalu, Eriksson membawa Lazio meraih Scudetto. Mereka unggul satu poin dari Juventus. Saat itu, skuad Lazio dipenuhi pemain-pemain berbakat.

"Saya tetap fan Lazio dan itu adalah tim terkuat yang pernah saya latih. Mungkin saat itu Lazio adalah salah satu tim terbaik di dunia," ujar Eriksson, dikutip dari Football Italia.

"Kami memenangkan banyak gelar selama tiga setengah tahun. Seharusnya kami bisa menang lebih banyak lagi. Tapi tak diragukan lagi saat itu pengalaman terbaik saya," katanya.

Di tengah musim, tepatnya Januari 2000, Eriksson meninggalkan Lazio setelah mendapat tawaran dari FA menukangi Timnas Inggris. Eriksson bertahan dengan Inggris hingga 2006.

"Beberapa kali saya sempat berpikir, mungkin lebih baik saat itu saya tetap di Lazio. Tapi ketika ada tawaran dari Inggris datang, itu adalah tawaran sekali seumur hidup. Saya tak bisa menolak dan akan menyesal seumur hidup jika menolaknya," tambahnya.

"Mugkin saya melakukan kesalahan, mungkin juga tidak, siapa yang tahu. Itu sudah terjadi dan tak bisa diubah lagi," tandasnya.

Saat meraih Scudetto musim 1999/00, skuad Lazio berisikan nama-nama beken seperti Alessandro Nesta, Juan Sebastian Veron, Pavel Nedved, Diego Simeone, Roberto Mancini, Marcelo Salas, Dejan Stankovic dll.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA