Tontowi Kritik PBSI, Merasa Kurang Dihargai

RA
Oleh Reza Adi Surya
Selasa 19 Mei 2020
share
(Instagram)

INILAHCOM, Jakarta - Tontowi Ahmad resmi pensiun, Senin (18/5/2020) sekaligus mundur dari Pelatnas PBSI. Ada satu yang sedikit mengganjal di hati Tontowi, yakni merasa kurang dihargai PBSI.

Tontowi merasa kurang dihargai PBSI karena statusnya di pelatnas sampai memutuskan gantung raket adalah pemain magang. Keputusan PBSI tersebut membuat Tontowi terkejut.

Pasalnya, Tontowi sudah meraih banyak gelar bergengsi. Tapi, di 2019, PBSI menetapkan statusnya sebagai pemain magang, yang biasanya disematkan kepada pemain junior.

Tontowi menegaskan, alasan utamanya pensiun bukan karena masalah tersebut. Tapi, menjadi salah satu pertimbangan.

"Alasan utama adalah ingin dekat dengan keluarga karena saat masih aktif jarang punya waktu untuk bersama. Kedua, sebenarnya ini bukan alasan atau apa, tapi dari PBSI menetapkan saya sebagai atlet magang. Saya sempat kaget juga dengan keputusan itu dan sebenarnya itu bukan masalah," ujar Tontowi, kepada wartawan.

"Tapi kalau status magang saya agak keberatan karena biasanya itu untuk pemain junior yang akan masuk pelatnas. Sedangkan saya kalau dibicarakan tidak ada kepentingan lagi karena saya sudah mendapat goal-nya," tambahnya.

Sejak tak berpasangan dengan Liliyana Natsir yang pensiun, Tontowi dipasangkan dengan Winny Oktavina Kandow di 2019. Meski tak mampu menembus semifinal di setiap turnamen, tapi mereka bisa mengalahkan pemain-pemain top, termasuk peraih medali perak Olimpiade 2016, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

"Reaksi saya kaget saja karena tidak menyangka. Sebelum Desember itu soalnya sudah ada plan dengan Apriyani Rahayu (partner baru) apa saja kejuaraannya, ternyata tiba-tiba begitu. Tapi sekali lagi ini bukan alasan saya pensiun. Saya hanya merasa sudah cukup dan ingin banyak waktu dengan keluarga," katanya.

"Saya tak tanya itu alasan PBSI. Itu keputusan PBSI dan sebenarnya saya tak mau bahas itu. Tapi saya ingin kasih sedikit masukan kepada PBSI. Saya tak tanya itu alasan PBSI. Itu keputusan PBSI dan sebenarnya saya tak mau bahas itu. Saya sekarang sudah pensiun, sudah tenang, dan tak ingin bahas. Tapi saya ingin kasih sedikit masukan kepada PBSI."

"Sebenarnya itu tak masalah, tapi untuk PBSI harus bisa lebih menghargai. Saya tak tahu itu individu atau organisasi tapi ini kan mengatasnamakan organisasi, dan saya atas nama pribadi tak ada dendam, tak ada masalah. Saya pensiun juga bukan masalah itu yang utama," tandasnya.

Selama kariernya, Tontowi memenangkan tiga gelar All England, dua gelar Kejuaraan Dunia, dan medali emas Olimpiade 2016 serta gelar-gelar lain di level super series.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA