Rashford dan Pogba Bicara Kematian George Floyd

RA
Oleh Reza Adi Surya
Selasa 02 Juni 2020
share
(BBC)

INILAHCOM, Manchester - Dua bintang Manchester United, Marcus Rashford dan Paul Pogba buka suara terkait kematian George Floyd. Mereka meminta mengecam keras tindakan rasialis yang merenggut nyawa Floyd.

Floyd meninggal dunia Senin lalu setelah polisi kulit meletakkan lututnya di tengkuk Floyd. Dalam video yang viral, tampa Floyd tak melakukan perlawanan tapi polisi tetap meletakkan lututnya di tengkuk Floyd.

Insiden yang terjadi di Minneapolis, Amerika Serikat itu, merenggut nyawa Floyd yang dalam video tersebut tampak memohon kepada polisi untuk melepaskannya karena kesulitan bernapas. Floyd akhirnya meninggal dunia.

Kejadian tersebut memicu kemarahan banyak orang. Demonstrasi dan kerusuhan terjadi di berbagai kota di Amerika Serikat. Kematian Floyd membawa duka sendiri bagi Rashford dan Pogba. Keduanya menuntut keadilan dan berharap tak terjadi lagi kasus rasialis kepada orang kulit hitam.

"Saya tahu kalian tak mendengar kabar dari saya dalam beberapa hari terakhir. Saya sedang memproses apa yang sedang terjadi di dunia. Saat saya meminta semua orang bersatu dan bekerja sama, malah kita semakin terpecah. Banyak orang terluka dan butuh jawaban. Nyawa orang kulit hitam penting. Kebudayaan kulit hitam penting. Komunitas kulit hitam penting. Kita semua penting," tulis Rashford, di akun Instagram pribadinya.

Pogba turut menyuarakan pendapatnya terkait insiden kematian Floyd. Pogba merasa sedih, marah, dan sakit hati.

"Selama beberapa hari terakhir, saaya sudah berpikir banyak bagaimana saya harus mengekspresikan perasaan saya atas apa yang terjadi di Minneapolis. Saya merasa marah, kasihan, benci, sakit, sedih, dan geram," tulis Pogba, di akun Instagram pribadinya.

"Turut merasa sedih atas kematian George dan semua orang kulit hitam yang mengalami masalah rasialis setiap hari. Entah di sepak bola, tempat kerja, sekolah, di mana saja. Bukan besok atau lusa, rasialis harus dihentikan sekarang juga," tambahnya.

"Kekarasan atas tindakan rasialis tak lagi bisa ditoleransi. Saya tak bisa menoleransinya. Saya takkan menoleransinya. Kita takkan menoleransinya. Rasialis bentuk ketidakpedulian, cinta adalah kecerdasan," tutup Pogba.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA