Pelatih Kulit Hitam Kurang Dapat Kesempatan

RA
Oleh Reza Adi Surya
Rabu 10 Juni 2020
share
(Sky Sports)

INILAHCOM, Manchester - Di tengah masalah rasialisme yang terjadi di Amerika Serikat, Raheem Sterling menyayangkan jarangnya kesempatan pelatih kulit hitam melatih tim-tim top.

Belakangan ini masalah rasialisme sedang melanda Amerika Serikat terkait kematian George Floyd karena aksi kekerasan oknum polisi Minneapolis. Protes besar-besaran tak hanya terjadi di Amerika Serikat, tapi juga di beberapa negara lain.

Sterling menilai, aksi rasialisme belum benar-benar hilang dari dunia. Tak jarang penonton bersikap rasialisme kepada pemain kulit hitam di lapangan. Selain itu, penyerang Manchester City menyebut, minimnya kesempatan yang didapat pelatih kulit hitam.

"Ini waktunya bicara masalah tersebut, bicara ketidakadilan, terutama di lapangan. Ada sekitar 500 pemain di Liga Primer Inggris dan sepertiganya berkulit hitam. Tidak ada perwakilan petinggi dan juga staf pelatih," ujar Sterling, dikutip dari Sky Sports.

"Tidak banyak wajah yang berhubungan dengan kita. Dengan protes-protes yang terjadi, semuanya baik-baik saja. Tapi, sudah saatnya kita perlu melakukan perbincangan dan perdebatan. Di saat bersamaan, mencari solusi yang memberikan perubahan. Kita ingin menempatkan orang kulit hitam dalam posisi tersebut," tambahnya.

"Saya akan berikan contoh. Ada Steven Gerrard (pelati Rangers), Frank Lampard (pelatih Chelsea). Padahal ada juga Sol Campbell dan Ashley Cole. Semuanya punya karier hebat bersama Inggris. Mereka semua mengambil kursus kepelatihan untuk melatih di level tertinggi, tapi Campbell dan Cole belum diberikan peluang yang tepat karena berkulit hitam," tandasnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA