BWF Berencana Ubah Aturan Jumlah Turnamen Wajib

RA
Oleh Reza Adi Surya
Rabu 10 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - BWF (Badminton World Federation) berencana mengubah aturan terkait kewajiban atlet bulutangkis mengikuti 12 turnamen dalam satu tahun. Apa tanggapan PBSI?

BWF menerapkan aturan pebulutangkis peringkat 15 besar dunia di nomor tunggal dan peringkat 10 besar di nomor ganda wajib mengikuti 12 turnamen selama satu tahun.

Jika tak dituruti, maka sanksi sudah menunggu pebulutangkis. Saat disahkan, aturan ini banyak mendapat tentangan terutama pebulutangkis yang usianya tak muda lagi. Mereka keberatan harus mengikuti 12 turnamen selama satu tahun.

Di tengah pandemi Covid-19, BWF berencana mengubah peraturan tersebut. Hingga kini, PBSI masih menunggu keputusan BWF.

"BWF akan membuat aturan mengenai ini (jumlah turnamen wajib), tapi sampai saat ini masih belum ada informasi lagi, keputusan resmi akan diumumkan lebih lanjut oleh BWF, kita tunggu saja," ujar Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI, Rudy Roedyanto, dalam rilis PBSI yang diterima INILAHCOM.

Pebulutangkis wajib mengikuti 12 turnamen selama satu tahun dengan rincian, BWF World Tour Finals (level 1), Tiga dari total tiga turnamen di level 2 (BWF World Tour Super 1000), Lima dari total lima turnamen di level 3 (BWF World Tour Super 750), dan Empat dari total tujuh turnamen di level empat (BWF World Tour Super 500).

# TAG
BWF

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA