Persiraja Ultah ke-63, Ini Harapan Tokoh Muda Aceh

NP
Oleh Nandang Permana Sidik
Kamis 30 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Aceh - Tokoh muda Aceh, Muhammad Nasir Djamil berharap di usia Persiraja yang ke-63, dijadikan momentum kebangkitan persepakbolaan tanah Laskar Rencong dengan pengelolaan manajemen yang terbuka dan profesional.

28 Juli menjadi hari bahagia bagi Persiraja karena bertambah usia. 63 tahun lalu, tepatnya 28 Juli 1957, tokoh persepakbolaan Aceh mendirikan tim berjuluk Laskar Rencong itu.

Ucapan selamat pun mengalir, salah satunya dari tokoh muda Aceh Nasir Djamil. Pria yang tercatat sebagai anggota DPR-RI dari partai Persatuan Keadilan Sejahtera (PKS) itu berharap manajemen lebih profesional lagi dalam mengelola Laskar Rencong.

"Saya berharap diusia yang ke-63 ini, Persiraja akan semakin lebih matang dan tentu terampil dalam mengelola manajemen, maupun mengelola pemain. Jadi dua hal ini menurut saya harus sejalan, sehingga kemudian Persiraja akan semakin diperhitungkan dalam kancah persepakbolaan nasional," kata Nasir Djamil kepada INILAHCOM, Jumat (31/7/2020).

"Dan tentu saja diusia yang ke-63 ini, Persiraja membutuhkan dukungan dari masyarakat. Harapan saya kepada pihak manajemen Persiraja, agar mengelola manajemennya secara modern sehingga membangun kepercayaan publik kepada Persiraja," tambahnya.

Menurut pria murah senyum ini, Persiraja layak menjadi tim juara di Liga 1. Pasalnya, catatan sejarah membuktikan jika Persiraja mempunyai kemampuan untuk menjadi jawara dipersepakbolaan nasional.

Nasir Djamil menyebut, Persiraja tercatat pernah menjuarai kompetisi Perserikatan pada Tahun 1980 setelah di final mengkandaskan perlawan Persipura Jayapura dengan skor 3-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Persiraja pun tercatat sebagai kontestan Divisi Utama musim 1993/1994 dan finish diurutan tiga.

Bukan hanya berprestasi, kata Nasir Djamil, Persiraja dan sepakbola Aceh mampu melahirkan bebeberapa pemain ternama dan juga menjadi anadalan Timnas Indonesia seperti Nasir Gurumud, Isnar, Irwansyah, Bustaman Ibrahim, Tarmizi Rasyid, Zulkarnain Zakaria, Mustafa Jalil, dan Sisgiardi.

"Karena Persiraja mempunyai sejarah menjuarai Liga yang dulu namanya Perserikatan. Jadi, modal ini sangat penting bagi Persiraja di usia yang ke-63 ini. Sehingga Persiraja diharapkan bisa mengelola ekspektasi masyarakat di Aceh. Karena, untuk saat ini bonden Persiraja ini sangat diharapkan bisa menjuarai Liga 1 musim pertamanya ini," ungkapnya.

Untuk menuju arah profesional, seperti klub-klub luar negeri kata Nasir Djamil masihlah jauh. Namun setidaknya, dengan manajemen yang terbuka, transparan dan serius dalam pengelolaannya, bukan mustahil dukungan dan cinta dari masyarakat Aceh akan semakin melekat pada tim Lantak Laju ini.

"Tentu, tidak bisa kita bandingkan dengan klub-klub yang ada di Liga Eropa seperti Liga Italia, Inggris, Belanda atau Spanyol, dimana di negar-negara itu, sepakbola telah menjadi industri. Di Indonesia barangkali belum bisa mencapai tahap itu," tuturnya.

"Nah, karenanya, manajemen yang handal, manajemen yang terbuka, manajemen partisipatif itu akan membantu kepercayaan para pendukung. Sehingga, Persiraja diusia yang ke-63 ini akan semakin dicintai Rakyat Aceh," pungkasnya. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA