Pengamat: Ketum PSSI Sebaiknya Tinggal Duduk Manis

NP
Oleh Nandang Permana Sidik
Kamis 30 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan ketuanya Mochamad Irawan merangkap jabatan sebagai Manager Timnas U-19. Hal ini mendapat kritikan dari pengamat.

Salah satu kritikan dilayangkan pengamat sepak bola nasional, Kesit B Handoyo. Menurut Kesit, meski tidak ada larangan, namun secara kepatutan organisasi hal itu sangatlah tidak wajar.

"Nggak benar itu. Maksudnya gak bener, masa presiden federasi sepakbola merangkap jabatan jadi manajer tim. Walaupun tidak ada larangan, tapi sangat tidak wajar dan tidak pantas," kata Kesit Handoyo, Jumat (30/7/2020).

"Saya belum pernah denger ada seorang presiden federasi sepakbola dari sebuah negara anggota FIFA bertindak sebagai manajer tim dalam sebuah turnamen resmi maupun tidak resmi," tambahnya.

Kesit menilai, keputusan Iwan Bule menjabat sebagai manajer Timnas U-19 menurunkan derajat sebagai ketua umum. Padahal, kata Kesit jabatan ketua umum PSSI sangatlah prestise. Dan manajer Timnas U-19 bisa diserahkan kepada orang lain.

"Presiden Federasi sepakbola sebuah negara itu sangat prestise. Masa iya terus dia menurunkan derajatnya ke urusan teknis yang seharusnya bisa diisi oleh orang lain yang memang lebih paham," ujarnya.

Kata Kesit, ada hal yang penting yang seharusnya dilakukan Iwan Bule ketimbang menjabat sebagai manajer Timnas U-19 yaitu fokus menyiapkan Indonesia yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, Mei 2021 mendatang.

"Ketum PSSI cukup duduk manis di tribun terhormat. Kasih support untuk timnas supaya tampil maksimal. Lebih baik fokus kepada persiapan Indonesia sebagai host tuan rumah Piala Dunia U-20, ketimbang memikirkan jadi manajer timnas," pungkasnya.[*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA