Profil Tim 16 Besar Liga Champions (Bagian I)

IN
Oleh inilahcom
Selasa 15 Desember 2020
share
 

UEFA telah selesai mengundi babak 16 besar Liga Champions 2020/21 di markas mereka di Nyon, Swiss, Senin (14/12/2020).

Sang juara bertahan Bayern Muenchen yang lolos sebagai juara Grup A akan berhadapan dengan wakil Italia, Lazio. Sementara runner up tahun lalu, Paris Saint-Germain akan bertemu dengan tim peraih lima gelar juara Champions, Barcelona.

Sementara Liverpool dipastikan menghadapi RB Leipzig, Sedangkan Frank Lampard harus beradu taktik dengan Diego Simeone saat Chelsea bertemu dengan Atletico Madrid.

Kemudian Cristiano Ronaldo akan memimpin Juventus menghadapi klub dari Portugal, Porto. Lalu Manchester City harus mengatasi lawan tangguh dari Jerman, Borussia Monchengladbach untuk melaju ke babak selanjutnya.

Adapun Sevilla mesti berhadapan dengan Borussia Dortmund dan Real Madrid kontra Atalanta melengkapi daftar pertandingan babak 16 besar kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut.

Berdasarkan abjad, berikut profil tim-tim peserta babak 16 besar Liga Champions (bagian pertama):

1. Atalanta

Lolos sebagai runner-up Grup D setelah mengalahkan Ajax dalam laga pemungkas.

Setelah musim lalu menjadi kejutan berstatus tim debutan di Liga Champions, tim besutan Gian Piero Gasperini sukses lolos ke babak 16 besar dua musim secara beruntun.

Pencapaian terjauh Atalanta adalah babak perempat final ketika dikalahkan Paris Saint-Germain dalam musim debutnya 2019/2020.

Keberhasilan Gasperini mengantarkan Atalanta debut dalam Liga Champions membuatnya mendapat gelar warga kehormatan Bergamo pada 2019 dan musim ini penampilan gemilangnya ditandai dengan kemenangan di Anfield.

Dalam laga 16 besar, wakil dari Italia ini akan berhadapan dengan raksasa Spanyol yang juga peraih gelar terbanyak Liga Champions (13 kali), Real Madrid.

2. Atletico Madrid

Wakil Spanyol ini keluar sebagai runner-up Grup A setelah mengalahkan Red Bull Salzburg dalam laga pemungkas.

Atletico lolos ke 16 besar Liga Champions untuk tiga musim secara beruntun, tetapi Los Rojiblancos belum pernah menjadi juara kendati tiga kali mencapai partai final pada 1973/1974, 2013/2014, dan 2015/2016.

Sejauh ini, sang pelatih Diego Simeone berhasil mempersembahkan dua trofi Eropa untuk Atletico berupa Liga Europa 2011/2012 dan 2017/2018, tetapi pelatih yang kini mendekati angka 500 pertandingan memimpin Los Rojiblancos tentu penasaran dengan Liga Champions, terlebih musim lalu mereka sukses menjungkalkan Liverpool yang berstatus juara bertahan.

Di laga 16 besar, Atletico akan berhadapan dengan Chelsea yang juga merupakan wakil dari Inggris.

3. Barcelona

Lolos sejak memenangi laga pekan keempat, tetapi berakhir sebagai runner-up Grup G setelah kalah melawan Juventus dalam laga pemungkas.

Di Liga Champions, tim asal Katalan, Spanyol ini 19 musim beruntun lolos ke babak 16 besar, kendati rekor selalu menjuarai grup sejak 2006/07 terhenti. Saat ini, Barcelona masih memegang rekor selalu tampil paling tidak mencapai babak perempat final dalam 13 musim beruntun sejak 2007/08.

Lagi pula dalam kurun waktu itu Barcelona menambah tiga buah trofi Liga Champions untuk melengkapi koleksi mereka menjadi lima buah dan mereka berhak mengenakan emblem Badge of Honour.

Sang pelatih, Ronald Koeman, mempunyai reputasi terpuji di mata suporter Barcelona karena golnya saat menjadi pemain mengantarkan Blaugranas menjuarai Eropa pada 1992. Meski demikian, di musim ini ia harus segera memperbaiki konsistensi penampilan jika tak ingin kursi pelatihnya menjadi kursi panas.

Di laga 16 besar, squad yang dipimpin oleh megabintang Lionel Messi ini akan berhadapan dengan runner-up Liga Champions musim lalu, Paris Saint-Germain.

4. Bayern Munich

Lolos sejak memenangkan laga pekan keempat sekaligus mengunci status juara Grup A.

Berstatus juara bertahan setelah meraih trofi Si Kuping Besar di tengah pandemi COVID-19 dan saat ini melanjutkan tren selalu lolos fase grup untuk 13 musim beruntun di mana di dalamnya empat kali mencapai final dan dua kali juara, melengkapi enam trofi elite Eropa.

Sang pelatih, Hansi Flick, sukses menemukan kembali karakter juara di dalam diri Bayern sejak menggantikan Niko Kovac dan dianggap sebagai calon pelatih masa depan Timnas Jerman menggantikan Joachim Loew yang sempat diasisteninya ketika menjuarai Piala Dunia 2014.

Bayern sempat dikejutkan dengan kekalahan dari Hoffenheim di awal kompetisi Bundesliga musim ini, tetapi tampak siap melanjutkan performa gemilang meraih tiga gelar musim lalu.

Di pertandingan 16 besar, tim tersukses di Jerman ini harus berusaha keras mengalahkan Lazio jika ingin terus melaju demi mempertahankan gelar.

5. Borussia Dortmund

Lolos sejak memenangi laga pekan kelima dan mengunci status juara Grup F dengan mengalahkan Zenit St. Petersburg dalam laga pemungkas.

Untuk tiga musim beruntun lolos ke fase grup, tetapi tim tradisional Jerman itu belum kunjung menambah koleksi satu-satunya trofi Liga Champions yang diraih pada 1997.

Pelatih Lucien Favre selama dua musim berturut-turut gagal membawa Dortmund melangkah lebih jauh dari babak 16 besar, tetapi Die Borussen kini mempunyai senjata baru dalam diri Erling Braut Halland yang memenangi penghargaan Golden Boy 2020.

Di laga 16 besar, Dortmund akan menghadapi wakil dari Spanyol, Sevilla.

6. Borussia Moenchengladbach

Lolos sebagai runner-up Grup B dibantu hasil imbang Inter Milan vs Shakhtar Donestk kendati dikalahkan Real Madrid dalam rangkaian laga pemungkas.

Untuk pertama kalinya lolos dari fase grup sejak format Liga Champions diberlakukan dan pencapaian terbaik Gladbach dalam kompetisi tertinggi Eropa adalah runner-up pada 1977 ketika dikalahkan Liverpool dalam partai final.

Merasakan sentuhan dingin Juergen Klopp saat masih berkarier sebagai bek di Mainz, Marco Rose mengasah kemampuan melatihnya dengan tak terkalahkan di kandang saat menangani Red Bull Salzburg sehingga menarik perhatian Gladbach.

Dua musim ini Rose telah membawa Gladbach menemukan kembali status mereka sebagai pesaing gelar juara Bundesliga Jerman yang berusaha menggoyah dominasi Bayern Munich dan Borussia Dortmund bersama RB Leipzig.

Di pertandingan 16 besar, Gladbach akan bertemu lawan kuat asal Inggris, Manchester City.

7. Chelsea

Lolos sejak memenangkan laga pekan keempat dan mengunci status juara Grup E setelah mengalahkan Sevilla.

Dua musim beruntun lolos dari fase grup, Frank Lampard berambisi menjadi individu kedelapan yang menjuarai Liga Champions sebagai pemain dan pelatih setelah mengkapteni skuad Chelsea yang juara pada 2012.

Ambisi itu didukung penuh belanja tanpa tanggung yang dilakukan Roman Abramovich sejak hukuman sanksi transfer dicabut dengan mendatangkan sederet nama bintang dalam diri Timo Werner, Kai Havertz, Hakim Ziyech dan Thiago Silva, berpadu dengan keberadaan Christian Pulisic serta produk-produk akademi bermutu seperti Tammy Abraham, Mason Mount, dan Reece James.

Di babak 16 besar, tim asal London, Inggris ini akan bertemu dengan Atletico Madrid.

8. Juventus

Lolos sejak memenangkan laga pekan keempat dan mengkudeta posisi puncak klasemen akhir Grup G dengan mengalahkan Barcelona dalam laga pemungkas.

Tujuh musim beruntun lolos fase grup dan dua kali mencapai final, tetapi tak kunjung mampu menambah koleksi dua trofi Kuping Besar yang terakhir mereka raih pada 1996.

Maestro lapangan tengah Andrea Pirlo kini 'naik kelas' langsung sebagai manajer Juventus menyusul pemecatan Maurizio Sarri musim panas lalu dan periodenya bersama Si Nyonya Tua sejauh ini belum konsisten.

Kemenangan telak 3-0 atas Barcelona di Camp Nou dalam laga pemungkas Grup G menyemai optimisme ditambah top skor sepanjang masa Liga Champions Cristiano Ronaldo tertantang untuk membuktikan kariernya belum habis.

Raksasa Italia ini akan berhadapan dengan wakil Portugal, Porto, dalam laga babak 16 besar.

(bersambung)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA