Isu Lelang Kursi Manajer Timnas U20 Harus Diproses

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 02 Januari 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Timnas U-19 kembali diterpa isu tak sedap pada Desember 2020 kemarin. Kabar yang beredar, terjadi jual beli kursi manajer skuat Garuda Muda U-20 yang melibatkan nama Dodi Alex Reza Noerdin.

Kabar ini mencuat dari pernyataan wartawan senior, Joseph Erwiyantoro. ia mengungkapkan, beberapa pihak yang terlibat harus menjalani proses hukum. Ia bahkan menyerukan kepada Menpora untuk berani memecat mereka yang terlibat.

"Yang terlibat sudah jelas. Menpora dalam kapasitasnya sebagai Ketua INAFOC bisa memecat mereka-mereka yang terlibat," kata Toro dalam keterangannya, Jumat (1/1/2021).

Toro juga meminta PSSI harus segera memberi tugas kepada Badan Yudisial. Hal itu semata agar mereka dapat segera menindaklanjuti kasus ini.

"Komisi Yudisial itu sudah dikukuhkan oleh KONI, tapi hingga sekarang belum ada surat tugasnya. Gimana mereka bisa bekerja?" ujarnya.

Setelah isu ini mencuat ke publik pada Desember 2020, PSSI melalui Badan Yudisial memanggil nama-nama yang diduga terlibat. Mereka adalah Achmad Haris dan Djoko Purwoko.

Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi mengungkapkan, apapun keputusan Badan Yudisial nantinya, harus dihormati semua pihak. PSSI pun akan menerapkan asas praduga tak bersalah dalam masalah ini.

"Kedua orang tersebut akan dipanggil oleh Badan Yudisial. Ketua Umum PSSI juga mendukung. Sebenarnya secara lisan, PSSI sudah mendapat laporan dari Haris dan Djoko soal kasus ini. Namun, secara lembaga, PSSI perlu mengklarifikasi secara resmi agar semua pernyataannya bisa dipertanggungjawabkan, kata Yunus, dilansir situs resmiPSSI.

"Asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) tetap harus dikedepankan. Anda tidak bisa menuduh seseorang dengan asumsi liar di media sosial. Itu sebabnya Badan Yudisial akan memanggil keduanya guna dimintai keterangan, lanjut dia.

Melalui keterangan resminya, Achmad membantah terlibat dalam proses jual beli kursi manajer Timnas U-19. Ia menyebut, isi keterangan di kuitansi tidak menyinggung sama sekali perkara jual beli kursi manajer Timnas.

"Sekarang gini, ya, yang tertera di kuitansi itu apa tulisannya? Itu tiket Piala Dunia dan cuma sekadar bisnis. Apa salah kalau mau berbisnis?" kata Achmad.

"Saya tidak tahu apa-apa soal isu yang lain. Sekarang tinggal dilihat saja apa itu keterangan di kuitansinya," sambungnya.

Seperti diketahui sebelumnya, PSSI melalui Komisi Yudisial mengatakan akan memanggil Sekretaris Tim Sriwijaya FC Achmad Haris dan Djoko Purwoko terkait uang 'mahar' 100.000 dolar Singapura untuk menjadikan Dodi Reza Alex Noerdin menjadi manajer tim nasional Indonesia U-19. Namun sampai berita ini diturunkan, belum ada pemanggilan oleh PSSI terhadap kedua terduga kasus jual beli jabatan tersebut.

"Kedua orang tersebut akan dipanggil oleh Badan Yudisial. Ketua Umum PSSI juga mendukung. Sebenarnya secara lisan, PSSI sudah mendapat laporan dari Haris dan Djoko soal kasus ini. Namun, secara lembaga, PSSI perlu mengklarifikasi secara resmi agar semua pernyataannya bisa dipertanggung jawabkan, kata Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi memastikan Badan Yudisial PSSI dilansir situs PSSI, Senin (21/12/2020).

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA