Liga Premier Inggris

Kena Sanksi dari FA, Ini Kata Edinson Cavani

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 02 Januari 2021
share
 

INILAHCOM, Manchester - Penyerang Manchester United asal Uruguay, Edinson Cavani, telah menerima keputusan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) yang menskors sebanyak tiga pertandingan karena unggahannya di Instagram yang dinilai rasis pada November tahun lalu.

Meski demikian, Cavani kembali menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah atas unggahannya tersebut.

Pemain berusia 33 tahun itu mendapatkan skorsing dan denda 100.000 poundsterling (sekitar Rp1,91 miliar) serta perintah untuk menjalani pendidikan tatap muka.

Dalam unggahannya di Intagram sesaat setelah MU menghajar Everton 3-1, Cavani menuliskan 'gracias negrito' dalam bahasa Spanyol, yang bermakna 'terima kasih, orang negro kecil'.

Bagi orang Uruguay seperti Cavani, panggilan 'negrito' jamak digunakan untuk menyatakan keakraban, tetapi tetap saja bisa menimbulkan interpretasi yang menyinggung rasialisme.

Cavani sendiri tidak menentang keputusan FA, Setan Merah meminta dendanya digunakan untuk mendanai proyek dan inisiatif anti-rasialisme.

Meski ia menerima skorsing tersebut dan menekankan bahwa ia ingin segera melupakan insiden itu, pemain Uruguay itu menegaskan bahwa unggahannya tidak bermaksud buruk.

"Halo semuanya, saya tidak ingin memperpanjang waktu yang tidak nyaman ini untuk saya. Saya ingin berbagi dengan Anda bahwa saya menerima sanksi disiplin karena mengetahui bahwa saya asing dengan kebiasaan bahasa Inggris, tetapi saya tidak berbagi sudut pandang," tulis Cavani di akun Instagram-nya yang dikutip Goal, Jumat (1/1/2021).

"Saya minta maaf bila saya menyinggung perasaan seseorang dengan ekspresi kasih sayang terhadap seorang teman, saya tidak bermaksud dengan hal lain. Mereka yang mengenal saya tahu bahwa upaya saya adalah selalu mencari kegembiraan dan persahabatan yang paling sederhana!"

"Saya menghargai ekspresi dukungan dan kasih sayang yang tak terhitung jumlahnya. Hati saya damai karena saya tahu bahwa saya selalu mengekspresikan diri dengan kasih sayang sesuai dengan budaya dan cara hidup saya. Saya mengirimkan pelukan yang tulus kepada Anda."

Sementara itu, Akademi Bahasa Nasional Uruguay berang terhadap sanksi yang dijatuhkan FA kepada Cavani.

Seperti dilansir AFP, Academia Nacional de Letras Uruguay menyatakan kata 'negro' (orang berkulit hitam) atau diminutifnya 'negrito' --mirip dengan 'gordo' (gendut) atau 'gordito' dan 'flaco' (kurus)-- merupakan istilah yang sering dipakai untuk menunjukkan rasa sayang kepada seseorang.

"Dalam Bahasa Spanyol (yang dipakai) di Uruguay, misalnya, di antara pasangan atau teman, antara orang tua dan anak, seseorang sering mendengar dan mengucapkan ekspresi seperti... gordito, negri, negrito," demikian pernyataan resmi akademi tersebut.

"Bahkan, seseorang yang diajak bicara belum tentu kelebihan berat badan atau berkulit gelap."

Akademi tersebut mengeluarkan pernyataan keberatan terkait sanksi Cavani dan mengatakan bahwa 'resolusi yang dapat dipertanyakan' dari federasi itu (FA) merupakan hasil dari 'kemiskinan pengetahuan budaya dan linguistik'.

"FA telah melakukan ketidakadilan serius terhadap seorang atlet Uruguay yang berada di tingkat internasional tertinggi dan telah menyingkap ketidaktahuan tentang penggunaan bahasa dan khususnya bahasa Spanyol, tanpa memperhatikan semua kerumitan dan konteksnya," tutup pernyataan itu.


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA