Isu Jual Beli Jabatan Timnas, Ini Kata Pengamat

IN
Oleh inilahcom
Kamis 07 Januari 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Sepak bola Akmal Marhali mengungkapkan bahwa kegaduhan soal isu lelang jabatan di PSSI itu sudah biasa dan bukan hal yang baru. Sejak dulu sudah seperti itu.

"Kalau gak gaduh namanya bukan PSSI. Itu sudah biasa dan ini mainan lama sebenarnya." kata Akmal, Rabu (6/1/2021).

Akmal juga menyoroti soal dugaan keterlibatan Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin. Menurutnya, kebenaran terkait keterlibatan Bupati Muba tersebut harus dibuka ke publik agar terang benderang.

"Kabar ini kan sudah bergulir di masyarakat, mestinya ya dibuka dan diselidiki kebenarannya. Bukti transaksinya kan sudah telanjur kesebar di masyarakat juga?" tuturnya.

Akmal juga menyarankan, seharusnya ada semacam Tim Pencari Fakta (TPF) yang mengusut tuntas kasus ini. Namun, lanjut Akmal, syaratnya TPF ini harus independen, diisi oleh orang-orang diluar PSSI.

"Selama tidak ada TPF atau lembaga etik independen yang memproses kasus ini, selamanya kasus seperti ini akan terus berulang di tubuh PSSI," pungkasnya.

Diketahui, isu mahar bernilai 100 dolar Singapura atau sekitar Rp 1 miliar untuk bisa menjadi manajer Timnas Indonesia U-19 bergulir di tengah masyarakat.

Badan Yudisial PSSI pun sudah mendalami dua sosok yang berada di pusaran dugaan mahar ini. Yaitu Sekretaris Tim Sriwijaya FC, Achmad Haris, dan Djoko Purwoko. Nama terakhir ini disebut punya hubungan dekat dengan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Transaksi di antara kedua orang tersebut diduga sebagai jalan untuk menjadikan Dodi Reza Alex Noerdin sebagai manajer Tim Nasional Indonesia U-19.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA