PM Jepang: Olimpiade Kemungkinan Tanpa Penonton

IN
Oleh inilahcom
Jumat 02 Juli 2021
share
 

INILAHCOM, Tokyo - Perdana Menteri Jepang menyebut bahwa ada kemungkinan Olimpiade Tokyo di tahun ini akan diselenggarakan tanpa penonton, setelah Samoa menarik mundur tim angkat besinya dari perhelatan olahraga global tersebut.

Sebelas atlet Samoa telah lolos ke Olimpiade, tetapi tiga di antaranya, yaitu para atlet angkat besi, telah dilarang menghadiri acara yang akan dimulai akhir bulan ini, kata Patrick Fepuleai, Presiden Komite Olimpiade negara yang kepulauan yang terletak di Samudera Pasifik itu.

"Kami masih dalam keadaan darurat, kami dalam kondisi lockdown," ujar Fepuleai kepada Reuters.

Kecewa dengan berita itu, bos angkat besi Samoa, Tuaopepe Jerry Wallwork, kepada Reuters mengatakan, "Ini mengerikan, mengecewakan, sangat mengecewakan."

"Akan ada dampak besar pada para atlet, kami menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mempersiapkan acara tersebut," dia menambahkan.

Olimpiade Tokyo dijadwalkan akan dimulai pada 23 Juli 2021, setelah tertunda selama satu tahun karena pandemi. COVID-19. Namun, survei menunjukkan mayoritas orang Jepang masih menentang mengadakan gelaran akbar tersebut di tengah peringatan dari pada ahli kesehatan bahwa hal itu dapat memicu gelombang infeksi lain dan menelurkan varian baru yang lebih kuat.

Menyelenggarkan Olimpiade tanpa penonton akan menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko infeksi, menurut para profesional medis lainnya.

"Saya telah dengan jelas menyatakan bahwa tidak ada penonton adalah salah satu kemungkinan," kata Perdana Menteri Yoshihide Suga, Kamis (1/7/2021).

Pemerintah Jepang akan membuat keputusan tentang penonton dan apakah akan mencabut keadaan darurat 'semu' pekan depan, lanjut PM Suga.

Pernyataan tersebut muncul setelah pemimpin koalisi junior mengatakan bahwa penyelenggara harus mempertimbangkan untuk mengadakan Olimpiade tanpa penonton.

"Saya harap mereka membuat keputusan tepat waktu, dan mempertimbangkan kemungkinan untuk tidak mengizinkan penonton," kata Natsuo Yamaguchi, ketua Komeito, mitra kolaisi junior Partai Demokrat Liberal (LDP).

Pada Kamis kemarin, kasus COVID-19 harian di Jepang berjumlah 673, turun sedikit dari hari sebelumnya sebanyak 714 kasus, yang merupakan tertinggi dalam lebih dari sebulan.

Jepang kemungkinan akan memperpanjang tindakan pencegahan virus corona di wilayah Tokyo selama dua pekan atau lebih, menurut sumber pemerintah kepada Reuters.

Sumber tersebut menambahkan pemerintah dapat mengembalikan keadaan darurat penuh untuk Tokyo tergantung pada tingkat situasi sistem medis.

Tokyo dan tiga prefektur tetangga termasuk di antara daerah-daerah di bawah keadaan darurat 'semu' hingga 11 Juli 2021 dan mempertahankan pembatasan sosial dapat mempengaruhi jumlah penonton yang diizinkan masuk ke venue Olimpiade.

Sebuah studi yang dirilis pada Rabu (30/6/2021) menyebutkan bahwa bahkan di bawah 'skenario paling optimis', kasus baru di Tokyo dapat mencapai 1.000 per hari pada Juli dan 2.000 pada Agustus.

Jika kasus COVID-19 meningkat selama atau setelah Olimpiade, kapasitas rumah sakit di ibu kota Jepang itu dapat mencapai batasnya pada Agustus, menurut penelitian yang dilakukan oleh peneliti universitas dan proyek Institut Nasional Penyakit Menular.

Fukushima batalkan rencana

Situasi COVID-19 juga telah mendorong pejabat di prefektur Fukushima untuk membatalkan acara yang direncanakan untuk menunjukkan keberhasilan pemulihan dari gempa bumi dan tsunami 2011, yang menyebabkan bencana nuklir.

Prefektur yang selalu identik dengan bencana nuklir itu akan menjadi tuan rumah acara bisbol dan sofbol di sebuah stadion sekitar 70 kilometer dari stasiun nuklir Fukushima Daiichi milik Tokyo Electric Power di pantai Pasifik.

Acara untuk mempromosikan makanan dan produk lainnya, sambil memberikan informasi kepada penonton tentang upaya untuk menghidupkan kembali kota-kota yang dievakuasi ketika daerah-daerah dibersihkan dari dampak radiasi, semuanya akan dibatalkan karena tindakan pembatasan terkait virus corona, kata Masao Uchibori, Gubernur Prefektur Fukushima.

"Kami harus membatalkan, mengingat situasi saat ini. Saya tidak akan berbohong, saya membenci virus corona baru ini," ucap Uchibori.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA