https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   03 August 2021 - 12:12 wib

Olimpiade dan Titik Balik Ganda Putri Indonesia

berita-profile

Inilah

0

0

Setelah penantian panjang, dalam kurun waktu 29 tahun, Ganda putri Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, telah mewujudkan  kerja keras dan pelatihan memberikan medali emas pertama Olimpiade untuk Indonesia dari sektor ganda putri.

Medali yang telah dinanti-nanti sejak Olimpiade Barcelona 1992 itu akhirnya digapai, Senin (2/8/2021). Greysia/Apriyani merebut emas di Olimpiade Tokyo 2020 seusai menaklukkan ganda unggulan kedua asal China, Chen Qingchen/Jia Yifan, 21-19, 21-15, di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang.

Tak ada yang menyangka, sebagai non-unggulan, Greysia/Apriyani menjadi pelengkap emas Indonesia di semua nomor cabang bulu tangkis Olimpiade. Mereka melawan prediksi dengan mengalahkan ganda-ganda unggulan, seperti Chen/Jia, Lee So-hee/Shin Seung-chan (unggulan ke-4), dan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (unggulan pertama).

Kemenangan atas pasangan China itu di final melengkapi kisah manis Greysia/Apriyani. ”Negeri Tirai Bambu” punya tradisi kuat di nomor ganda putri. Dari tujuh edisi terakhir Olimpiade, mereka lima kali meraih emas ganda putri. Sulit menandingi mereka.

Medali emas Greysia/Apriyani di Tokyo diharapkan bukanlah hanya kejayaan semalam. Prestasi itu bisa menjadi titik balik kebangkitan prestasi bulu tangkis Indonesia, khususnya ganda putri. Sektor yang sering kali kurang dianggap penting itu telah menjadi oase di tengah paceklik medali dari sektor andalan, ganda putra dan ganda campuran, di Olimpiade Tokyo.

”Hasil ini (di Tokyo) membuktikan bahwa ganda putri juga bisa, lho, bahkan merebut medali emas Olimpiade. Saya bangga sekali dan rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata. Seharusnya ini menjadi dorongan dan motivasi pemain ganda putri ke depan,” ucap Nitya, mantan pasangan Greysia dalam keterangan rilis NOC Indonesia .

Imelda sependapat, prestasi Greysia/Apriyani seharusnya menjadi momen emas agar perhatian terhadap sektor ganda putri bisa lebih besar ke depan. Setidaknya, para pemain berbakat di ganda putri jangan dialihkan semuanya ke ganda campuran ketika masuk pemusatan latihan nasional.

Setidaknya, Greysia/Apriyani kini telah membuka jalan prestasi bagi sektor ganda putri. Hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah sektor itu dipegang Eng, pelatih berbakat dan mantan pebulu tangkis yang memiliki karakter juara.

”Sering terjadi atlet berbakat di ganda putri dilempar ke mixed (ganda campuran). Sektor campuran wajar diprioritaskan karena sudah punya tradisi juara. Tetapi, agak sedihnya, mencari atlet berbakat di ganda putri, kan, juga tak gampang,” ucap Imelda yang juga Ketua Harian PB Jaya Raya, klub asal Greysia/Apriyani.

Sambil menanti regenerasi di ganda putri, Imelda berharap Greysia mengurungkan dulu niatnya pensiun. ”Karena sekarang ini, kan, momentum lagi bagus untuk ganda putri kita. Kalau pensiun, nanti langsung hilang. Ia (Greysia) perlu menunggu dulu hingga penggantinya siap,” ucapnya.

Greysia dan Apriyani telah membangunkan sektor ganda putri dari tidur amat panjang. Sekarang tinggal bagaimana momentum prestasi ini bisa terus dijaga agar kejutan di Tokyo menjadi kewajaran ke depan.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Tak Ada Ucapan Maaf, Moeldoko Polisikan ICW

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, resmi mempolisikan Indonesia Corruption Watch (ICW)