https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   03 August 2021 - 13:13 wib

Suka Duka Dibalik Kesuksesan Greysia Polii

berita-profile

Inilah

0

0

Keberhasilan Greysia Polii lolos ke final bulu tangkis nomor ganda Olimpiade Tokyo menyimpan cerita menarik. Atlet berusia 33 tahun ini sudah melewati jalan panjang dan berliku untuk sampai ke puncak: pernah didiskualifikasi di Olimpiade dan sempat nyaris pensiun.

Greysia Polii, yang berpasangan dengan Apriyani Rahayu, lolos ke final ke final Olimpiade Tokyo 2020 dengan mengalahkan wakil Korea Selatan, So Hee-lee/Shin Seung-chan dengan skor 21-15 dan 21-11, Sabtu, 31 Juli 2021. Mereka jadi ganda putri Indonesia pertama yang mampu lolos ke final Olimpiade.

Keberhasilan kali ini memastikan Greysia Polii merasakan pahit dan manisnya Olimpiade. Sembilan tahun lalu, ia diskualifikasi dari ajang empat tahunan itu.

Ganda Putri Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu merayakan kemenangannya setelah mengalahkan ganda putri Korea Selatan, Lee So-Hee dan Shin Seung-Chan dalam Semifinal Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, 31 Juli 2021.

Greysia yang berpasangan dengan Meiliana Jauhari dicoret Olimpiade London 2012 karena dianggap melanggar kode etik. Keduanya dinilai sengaja mengalah dalam pertandingan di babak Grup C menghadapi wakil Korea Selatan, Ha Jung Eun/Kim Min Jung.

Kekalahan di laga itu itu dianggap disengaja agar mereka tidak bertemu dengan ganda putri Cina, Wang Xiaoli/Yu Yang, di babak perempat final. Mereka kemudian didiskualifikasi badan bulu tangkis dunia, BWF.

Di edisi Olimpiade selanjutnya, Rio 2016, nasib baik juga tidak memihak Greysia Polii. Berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari, Greysia tersingkir di babak perempat final karena dikalahkan pasangan Cina, Yu Yang/Tang Yuanting, dalam dua set langsung 11-21, 14-21.

Seusai Olimpiade 2016, Nitya Krishinda Maheswari mengalami cedera serius dan harus pensiun. Hal itu ikut mempengaruhi Greysia Polii sehingga dia sempat berpikir untuk berhenti dari olahraga tepok bulu itu.

Akan tetapi, Eng Hian yang jadi pelatihnya membujuknya untuk tetap bermain. Bujukan juga datang dari keluarga Greysia. Kala itulah, tepatnya mulai 2017, dia dipasangkan dengan Apriyani Rahayu.

Greysia Polii mengenang momen-momen tersebut. "Pada 2017 saya di tim nasional dan ingin keluar ketika pasangan saya (Maheswari) cedera dan harus menjalani operasi.

Tapi pelatih berkata tunggu sebentar dan bantulah pemain muda untuk bersinar dan dia (Apriyani) datang," kata dia seperti dilansir dari laman resmi BWF.

Ia harus bersabar dipasangkan dengan pemain muda yang bisa dikatakan belum punya banyak pengalaman. “Aku tidak muda lagi. Tapi akhirnya dia (Apriyani) bangun, saya lama sekali menunggunya," kata dia.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Tak Ada Ucapan Maaf, Moeldoko Polisikan ICW

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, resmi mempolisikan Indonesia Corruption Watch (ICW)