Kematian Anak yang Menjadi Syafaat Bagi Orangtua

UA
Oleh Ustadz Afifuddin Rohaly MM
Kamis 11 Juli 2019
share
(Foto: Ilustrasi)

DALAM hadits dari sahabat Abu Musa al Asyari radliyallahu anhu, Nabi Muhammad shalallahu alahi wasallam bersabda, "Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, maka Allah bertanya kepada malaikat, Apakah kalian mencabut nyawa anak hamba-Ku?. Malaikat menjawab, Ya. Allah bertanya lagi, Apakah kalian mencabut nyawa buah hatinya?. Malaikat menjawab. Ya.

Allah bertanya lagi, Apa yang diucapkan hamba-Ku?. Malaikat menjawab, Dia memuji-Mu dan mengucapkan innalillahi wainna ilaihi rajiun. Kemudian Allah berfirman, Bangunkan untuk hamba-Ku satu rumah di surga. Beri nama rumah itu dengan Baitul Hamdi (rumah pujian),". (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Pelajaran yang didapat dari hadits di atas, tentunya bahwa orangtua akan mendapatkan rumah di surga dikarenakan kematian anaknya yang belum baligh. Dan tidak mungkin ada rumah di surga namun penghuninya tidak ada di surga. Artinya, karena rahmat Allah, orangtua yang anaknya meninggal, ia akan masuk surga.

Namun ada ketentuan yang berlaku. Yakni apabila orangtua tersebut bersabar atas meninggalnya anaknya. Sebab kehilangan seorang anak bagi orang tua adalah musibah yang sangat besar. Tidak ada orang tua yang tidak sayang kepada anak-anak mereka, maka kehilangan anak merupakan kesedihan yang tak terbendung.

Kesabaran dan tawakkal adalah kunci agar kuat menghadapi kesedihan tersebut. Dan kesabaran dan tawakkal pula yang menyebabkan Allah menjadikan kematian anaknya yang masih kecil sebagai syafaat baginya.

Semoga Allah mengumpulkan kita dan keluarga di Surga-Nya kelak. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA