Makanan Jiwa Pengobat Luka Rasa

KA
Oleh KH Ahmad Imam Mawardi
Selasa 31 Desember 2019
share
(Foto: ilustrasi)

SAYA setuju dengan kesimpulan para guru, para masyayikh, para kiai bahwa majelis pengajian merupakan makanan jiwa, nutrisi penyegar jiwa. Semakin rajin kita menghadiri majelis pengajian, semakin baik pertumbuhan jiwa kita. Pertemuan-pertemuan di luar majelis keilmuan seringkali menjadi penyebab galau dan kerdilnya jiwa kita. Jika hal ini berlangsung lama sekali, bukan tak mungkin jiwa itu menjadi mati.

Bukan hanya sebagai makanan bagi jiwa, majelis pengajian adalah obat mujarrab bagi lukanya rasa. Seringkali rasa kita terluka karena amarah yang melampaui batas, karena kecewa yang melewati garis, dan karena dendam yang tak pernah padam. Bagaimana menyelesaikannya? Cobalah menghadiri majelis pengajian hati, pengajian yang serius mengungkap pesan al-Qur'an dan al-Hadits, pengajian yang disampaikan dari hati untuk hati. InsyaAllah akan ada perbaikan rasa.

Sayangnya, hiburan dunia dan acara kedinasan serta agenda wisata lebih sering menjadi alasan penghalang untuk hadir ke majelis pengajian. Majelis pengajian cenderung sepi. Inilah salah satu penyebab mengapa kehidupan kita secara umum adalah kering rasa; semuanya didasarkan pada analisa untung rugi.

Saya berbahagia dan bersyukur selalu diberikan kesempatan oleh Allah untuk hadir ke majelis pengajian. Baru saja selesai menghadiri pengajian Maulid an-Nabi yang diadakan alumni Haji dan Umrah PT. Kanoma Kantor Surabaya di Sumenep Madura. Semakin tumbuh rasa rindu tanah suci. InsyaAllah semua berharap bisa haji dan umrah kembali.

Ingin memiliki jiwa yang tenang dan rasa yang sehat? Mari kita bersemangat berkumpul dengan para pewaris nabi, para ulama yang gak bosan-bosan menyuarakan pesan agama. Semoga para ulama kita senantiasa panjang umur dan sehat selalu membimbing kita. Salam, AIM. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA