Yang Membuat Kita Harus Terus Berusaha Bersabar

KA
Oleh KH Ahmad Imam Mawardi
Kamis 02 Januari 2020
share
 

SEMUA orang ingin semua rencananya berjalan lancar-lancar saja. Namun tak semua rencara itu sesuai dengan apa yang direncanakan. "Things do not always go according to the plan," kata David Ricoe.

Semua kita pasti pernah mengalami kecewa karena rencananya hancur atau diporakporandakan oleh orang lain. Kekecewaan itu semakin besar dan membuncah saat pemporakporandaan itu jauh di luar duga dan sangka, dilakukan oleh orang yang selama ini disayang dan dihormati.

Yang membuat kita bersabar adalah petuah para sesepuh bahwa memang faktanya sulit sekali mencari orang tulus, orang ikhlas, yang sepenuh hati berniat membahagiakan kita. Kebanyakan manusia adalah bergerak atas dasar politik kepentingan diri, yakni "yang penting saya yang sukses bahagia, yang lain biarkan saja pontang panting." Bukankah memang banyak ketulusan dibalas keculasan dalam hidup? Syekh Thanthawi memaparkan banyak kisah faktual tentang ini dalam bukunya tentang kisah sejarah kemanusiaan.

Lalu, haruskah kita membalas ketidaktulusan orang kepada kita dengan ketidaktulusan kita pada orang itu? Para sesepuh menyatakan bahwa tak usahlah balas membalas. Pada akhirnya, sejarah membuktikan, orang yang culas dan tak tulus itu akan hancur sendiri dengan cara yang tak diduga dan disangka. Ada hukum dunia yang pasti berlaku. Allah tak pernah lupa dan tak pernah tidur.

Yang membuat kita bersabar adalah firman Allah bahwa Allah adalah bersama orang-orang yang bersabar. Kebersamaan Allah dengan orang-orang yang sabar adalah kebersamaan khusus (ma'iyyah khaashshah) yang bermakna Allah senantiasa menolong dan membimbing serta membahagiakan orang-orang yang bersabar. Jalani saja hidup ini dengan penuh kesabaran.

Yang membuat kita bersabar adalah kesimpulan hidup seperti yang disebutkan oleh Scott Peck yang menyatakan bahwa kesulitan dan derita merupakan salah satu kebenaran agung dalam hidup. Lanjutnya, bagi yang memahami kesimpulan ini, jalani hidup denhan terus bersabar maka nantinya akan sampai pada pantai bahagia yang dicarinya.

Yang penting bagi kita adalah teruslah bersemangat membantu dan menolong orang lain dalam kebaikan. Jangan pernah menjadi penyebab terhalangnya bahagia orang lain, porakporandanya rencana orang lain. Beginilah seharusnya MANUSIA yang berhak menyandang nama MANUSIA. Salam, AIM. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA