Membaca Jenis Harta Kita

KA
Oleh KH Ahmad Imam Mawardi
Kamis 23 Januari 2020
share
 

SETIAP kita pasti memiliki harta, sedikit atau banyak. Tentu kepemilikan yang saya maksud bukan kepemilikan absolute, melainkan kepemilikan dalam makna dipilih oleh Allah untuk dititipi harta.

Ada orang yang bahagia sekali mendapatkan titipan ini dan ada pula yang biasa-biasa saja. Bahkan ada juga yang merasa sedih saat dititipi banyak harta. Yang terakhir ini sepertinya bukan tipe kita, minimal bukan tipe saya. Namun pernahkah kita perhatikan jenis harta yang kita pegang dan miliki saat ini?

Ada jenis harta yang hanya bersama dengan kita saat kita hidup di dunia ini. Saat kita meninggal dunia, harta ini tak ikut bersama kita, bahkan dengan segera berpindah tangan entah kepada siapa. Kita yang pontang panting mencarinya siang dan malam bahkan tanpa hiraukan halal dan haram, saat sudah didapat dan kita jaga erat-erat ternyata ia pindah menjadi milik orang lain. Harta jenis ini adalah karena ia tak pernah diikat dengan niat tulus ikhlas mengabdi kepada Allah.

Ada jenis kedua, yaitu jenis harta yang terus bersama dengan kita selama hidup di alam dunia, alam barzakh dan alam akhirat. Betapa berbahagianya mereka yang memiliki harta seperti ini, tak sepi di dunia, tak sepi di alam kubur dan tak hina di akhirat kelak. Harta jenis ini adalah harta yang digunakan untuk keperluan akhirat, diikat dengan niat baik sebagai amal shalih.

Ada satu jenis harta lagi yang jarang disebut, yakni harta yang bukan hanya menemani di dunia, bukan hanya menemani bersama ke alam kubur dan alam akhirat, melainkan adalah harta YANG MENYAMBUT KEDATANGAN kita saat memasuki alam akhirat. Subhanallaah. Ulama hati menyatakan: "Bukan kemampuanmu membawa hartamu bersamamu ke akhirat, lebih penting dari itu adalah kemampuanmu menjadikan hartamu MENYAMBUT DIRIMU kelak di akhirat."

Ada yang bertanya bagaimana caranya mewujudkan jenis harta yang terakhir ini? Jawabannya sangat mudah, yakni kirimkan harta milik kita terlebih dahulu sebelum kepergian kita ke alam akhirat. Kirimkan harta kita melalui pembangunan masjid, pondok pesantren, dan sejenisnya, titipkan memalui anak yatim dan para fakir miskin yang sangat membutuhkan. Harta kita akan sampai terlebih dahulu dan akan menyambut kita kelak di akhirat.

Kami sampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada para penyumbang pembangunan masjid dan asrama santri tahfidz Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim. Semoga harta para dermawan menyambut para pemiliknya kelak di akhirat. Mohon doa restu, kini kami sedang memasuki tahap finishing, pembangunan tembok dan seterusnya. Salam, Ahmad Imam Mawardi (AIM). [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA