Jangan Cuma Jadi Orang Baik, Jadilah...

IN
Oleh inilahcom
Kamis 23 Januari 2020
share
(Foto: ilustrasi)

ADAKAH dari kita yang membenci orang baik? Rasa-rasanya tidak ada, semua orang semestinya mencintai kebaikan dan orang-orang yang berbuat baik. Tapi tahukah kamu bahwa tidak semua orang baik menyerukan kebaikan? Ya, karena keduanya memang berbeda secara hakikat. Marilah kita selami makna di balik jawaban Imam Ibnu Qudamah ketika ditanya tentang perbedaan antara orang baik (Shalih) dan penyeru kebaikan (Mushlih). Beliau menjawab: * .* 1. Orang baik (Shalih), melakukan kebaikan untuk dirinya, sedangkan penyeru kebaikan (Mushlih) mengerjakan kebaikan untuk dirinya dan untuk orang lain, * . .* 2. Orang baik, dicintai manusia, penyeru kebaikan dimusuhi manusia. Kemudian beliau ditanya lagi oleh muridnya, "Kenapa demikian?" Jawabnya: * ( ) .* Rasulullah sebelum diutus sebagai Rasul, beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah orang baik. * .* Namun ketika Allah ta'ala mengutusnya sebagai Penyeru Kebaikan, kaumnya langsung memusuhinya dengan menggelarinya sebagai Tukang sihir, Pendusta, Gila, dll. Ibnu Qudamah kemudian menambah kan: * * * * "Karena Penyeru Kebaikan 'menyikat' batu besar nafsu angkara dan memperbaikinya dari kerusakan." Itulah sebabnya kenapa Luqman al Hakim menasihati anaknya agar bersabar ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan. Disebutkan dalam Alquran: * .* "(Lukman berkata) Hai anakku tegakkan shalat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabar lah atas apa yang menimpamu." Berkata Ahlul Ilmi: * .* "Satu penyeru kebaikan lebih dicintai Allah daripada ribuan orang baik (yang tidak menyerukan kebaikan)." Sesungguhnya melalui penyeru kebaikan itulah, Allah menjaga umat ini. Sedang orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri. Jadi, manakah yang hendak kita pilih? Sekadar menjadi orang baik atau berlomba-lomba menjadi penyeru kebaikan? Semoga Allah mampukan dan teguhkan kesabaran di jalan dakwah ini. [DOS]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA