Menyibukkan Diri dengan Segala Amal Kebaikan

KA
Oleh KH Ahmad Imam Mawardi
Jumat 31 Januari 2020
share
(Foto: Ilustrasi)

HIDUP di dunia ini hanyalah sementara. Pada saatnya pasti berakhir, suka ataupun tidak suka, mau ataupun tidak mau. Akhirnya semua kita akan menghadapi permintaan tanggung jawab atas segala apa yang kita lakukan selama hidup di dunia ini. Orang yang sadar dan cerdas merancang masa depannya adalah orang yang menanamkan atau menginvestasikan banyak amal baik untuk kebaikan masa depan pasca kematiannya.

Anehnya, di masa kini ada banyak orang yang "peduli" akan amal orang lain dan tak begitu peduli akan amal dirinya sendiri. Ada orang yang setiap saat sibuk menerakakan orang lain, sementara apakah dirinya masuk surga atau neraka juga masih belum jelas. Sebaiknya, sibuklah beramal baik untuk menuju surga, tak usah sibuk meyakinkan diri bahwa orang lain adalah ahli neraka. Pengetahuan tentang siapa masuk surga dan siapa masuk neraka adalah hanya Allah.

Anehnya, kini ada banyak panggung dakwah yang tidak digunakan untuk mengajak pada kebaikan. Sebagai gantinya, panggung dakwah digunakannya sebagai tempat mencaci dan menghina semua orang yang tak memiliki kesamaan jalan menuju Allah. Tak ingatkah bahwa ada banyak jalan menuju ridla Allah, ampunan dan surgaNya?

Kata beberapa orang bijak: "Jalan menuju Allah adalah sebanyak nafas manusia. "Yang tak sejalan dengan kita belum tentu menuju tujuan yang berbeda. Untuk menjadi jumlah 10, tidaklah mesti melalui 2x5, mungkin saja 5+5, 6+4, 9+1 dan beberapa kemungkinan lain.

Jangan rusak hati kita dengan kebencian, caci maki dan laknat melaknat. Hal seperti ini sungguh dibenci semua agama. Bangunlah kebahagian hati dengan cinta dan kasih sayang, nasehat sejuk penuh kelembutan. Inilah yang mampu membangun kehidupan masyarakat bagai hidup di bawah bayang surga. Mari kita bangun kehidupan penuh damai. Semua kita merindukan kedamaian, hidup khusyuk menuju Allah. Salam, AIM. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA