Nilai Lebih Dihormati Ketimbang Harga

KA
Oleh KH Ahmad Imam Mawardi
Rabu 05 Februari 2020
share
(Ilustrasi)

BEBERAPA waktu yang lalu saya menulis tentang perbedaan antara HARGA dan NILAI. Harga memiliki kaitan erat dengan setumpuk uang yang harus dibayarkan, sementara nilai memiliki kaitan erat dengan manfaat yang dipersembahkan. Emas memang lebih berharga ketimbang ban dalam mobil truck. Namun bagi orang yang akan tenggelam di lautan, ban dalam lebih bernilai ketimbang emas.

Ada yang mengatakan bahwa harga itu berhubungan dengan bentuk benda, sementara nilai berhubungan dengan manfaat dari benda itu. Mobil pribadi super mewah adalah memiliki harga jauh lebih tinggi dibandingkan mobil angkutan umum biasa. Namun, bagi orang banyak, mobil angkutan umum jauh lebih bermanfaat. Tanyakan saja pada mereka yang biasa datang bersama ke pengajian atau ziarah. Lalu, yang manakah yang lebih diperlukan dan dihormati?

Ternyata, survey membuktikan bahwa yang paling diperlukan dan dihormati adalah yang paling memiliki nilai manfaat. Semakin banyak orang merasakan manfaat dari sesuatu, maka sesuatu itu akan semakin dibutuhkan dan semakin terhormat. Saat ini mari kita bertanya kepada kita sendiri: "Sudahkah kita memberikan manfaat kepada orang lain? Ataukah justru kita menjadi penyebab rugi dan derita orang lain?

Bukan bentuk tubuh dan rupa wajah yang abadi dibutuhkan dan dihormati manusia, melainkan kebaikan hati dan ketulusan jiwa dalam membahagiakan orang lain. Tak usah terlalu membuang uang dan waktu untuk perawatan tubuh, gunakan rizki secara maksimal untuk perawatan hati.

Nilai manfaat apa yang menentukan kehormatan kita di dunia dan di akhirat? Yang memiliki ilmu, amalkan ilmunya dan sebarkan, ajarkan. Percuma berilmu namun tak mengamalkan dan menebarkannya. Yang memiliki kelebihan harta, bantulah agama Allah dan hamba-hambaNya yang membutuhkan. Yang memiliki tenaga gunakan tenaga untuk kebahagiaan banyak orang.

Masih belum yakin bahwa bentuk dan format itu kalah penting dibandingkan nilai? Bukankah telah banyak berita bahwa banyak wanita cantik wajah yang cerai oleh suaminya yang tidak juga ganteng? Saat sang suami ditanya sebabnya, padahal dulunya bangga memperistri dia. Sang suami menjawab pendek: "Tak ada nilai manfaat dalam membahagiakanku. Ternyata bangga berakhir derita." Salam, AIM. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA