Pentingnya Belajar Seni Bicara dan Seni Diam

KA
Oleh KH Ahmad Imam Mawardi
Kamis 20 Februari 2020
share
(Foto: Ilustrasi)

BICARA dan diam menjadi topik penting dalam hadits Rasulullah. Beliau menghubungkan bicara dan diam dengan tingkat keimanan seseorang pada Allah dan hari akhirat. Rasulullah bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhirat, hendaklah dia berbicara yang baik atau hendaklah diam." Karena itu maka kita perlu belajar bagaimana cara bicara yang baik dan bagaimana cara diam yang baik.

Kalau kita setuju dengan kesimpulan bahwa Islam itu memuat secara bersama-sama nilai kebenaran (hukum/legal), kebaikan (etika/ethics) dan keindahan (seni keindahan/aesthetics), maka kita harus menyatakan bahwa bicara yang baik adalah berbicara hal yang benar dengan cara yang baik dan indah. Maka tidaklah Islami jika seseorang dengan atas nama menyampaikan kebenaran lalu berteriak-teriak di depan publik dengan menurunkan atau membunuh derajat seseorang. Semuanya harus dengan cara yang baik dan indah.

Demikian pula dengan diam. Mendiamkan suatu kemungkaran adalah tidak diperkenankan. Diam pun harus memenuhi tiga unsur di atas. Ada saat kita harus bicara atau diam, ada tempat di mana dan cara bagaimana kita diam yang Islami. Sepertinya kita perlu belajar banyak tentang hal ini, karena dunia kita kini penuh dengan kata-kata yang layak diucapkan seorang yang beriman. Ada banyak cacian, tuduhan dan hujatan. Sungguh itu semua lebih menjadikan hidup kita tak nyaman dan tak damai.

Bicara dan diam kita haruslah yang membuat Allah suka dan menjadikan hati manusia tak terluka sampai pada hidup bertabur duka. Baik tidaknya bicara tak bergantung pada panjang dan pendeknya percakapan, melainkan pada muatan dan cara kalimat diucapkan. Demikian pula diam. Ada diam yang bermakna setuju, ada diam yang bermakna sinis, ada diam yang bermakna tak perhatian dan lain sebagainya. Pilihlah yang terbenar, terbaik dan terindah.

Kakek berkata: "Kalimat pendekmu bisa saja menorehkan luka panjang di hati orang lain. Namun bisa juga ia menanamkan bahagia yang tak pupus hapus oleh waktu. Kalimatmu yang sekejap mungkin saja melukai hati orang lain yang tak mungkin bisa disembuhkan dengan senyumanmu sepanjang tahun. Namun, ia juga mampu membuat hati orang lain senang bahagia yang tak mungkin dilupakan sepanjang masa. Berkatalah yang baik atau diam saja." Salam, AIM. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA