Itu Mudah Bagiku

KA
Oleh KH Ahmad Imam Mawardi
Kamis 05 Maret 2020
share
(Foto: Istimewa)

KETIKA Nabi Zakariya merasa mustahil untuk memiliki putera karena beliau dan istri sudah sangat tua, dan ketika Maryam merasa mustahil memiliki putera sementara dirinya tidak memiliki suami, Allah menjawab dua orang mulia itu dengan jawaban pendek: "Itu mudah bagiku."

Pengajian setelah subuh pagi hari ini di Surabaya dan pengajian dhuha di Gresik yang baru aja usai mengupas kunci-kunci menemukan pertolongan Allah dalam kehidupan. Tak ada pertolongan yang lebih dahsyat ketimbang pertolongan Allah. Karena itulah maka kita diperintahkan untuk senantiasa setia beribadah, bertawakkal dan pasrah diri kepada Allah.

Pertolongan Allah seringkali dengan cara dan pada waktu yang tidak kita duga. Bahkan seringkali dengan jalan kisah yang awalnya tidak kita sukai. Andaikan Pak Shadiq sahabat saya tak diusir mertuanya, mungkin dia tak akan menjadi pengusaha kaya di Jakarta saat ini. Andaikan Pak Yadi tidak dipecat dari kantornya sebagai mengantar surat, niscaya dia tak akan berusaha sendiri sampai kini memiliki 6 perusahaan. Ada banyak lagi contoh dimana derita menjadi awal datangnya pertolongan.

Ada bupati yang saat ini sedang ditahan, dia berkata: "Andai saja saya tidak menjadi bupati." Anggota dewan yang kini namanya tercoreng karena kasus pun berkata: "Andai saya dulu tidak terkenal dan tidak menjadi anggota dewan." Ada banyak kisah yang sealur dengan dua kisah itu. Ternyata, seringkali ketaknyamanan itu adalah cara Allah menolong kita, sementara kenyamanan itu kadang adalah cara Allah menguji kita. Mengubah kisah hidup itu sangat mudah bagi Allah.\

Karena itu maka para ulama banyak menasehatkan pada kita agar memegang kuat kunci terbukanya pintu pertolongan, yakni takwa, tawakkal dan sabar dalam menjalani hidup. Masih banyak menemukan kesulitan dalam hidup? Kembalilah dan mengadulah kepada Dzat Yang Mahamempermudah yang sulit-sulit. Bismillaah, alhamdulillaah. Salam, AIM. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA