Memantaskan Diri Mendapatkan Pertolongan Allah

KA
Oleh KH Ahmad Imam Mawardi
Jumat 13 Maret 2020
share
(Ilustrasi)

HAMPIR semua orang menyatakan diri sebagai orang yang ingin mendapatkan pertolongan Allah. Apakah mereka mendapatkan keinginan itu? Belum tentu. Itu karena kebanyakan mereka tidaklah memantaskan diri untuk mendapatkan pertolongan Allah.

Orang yang berada dalam tekanan, paksaan dan acaman, akan menghubungi kantor keamanan dengan cara datang ke kantor atau menelpon aparatnya. Mereka yang hanya diam tak pantas menyalahkan aparat yang tak menolongnya.

Bagaimanakah cara kita memantaskan diri mendapatkan pertolongan Allah? Renungkanlah kata-kata bijak berikut ini: "Mereka yang yakin bahwa kekuasaan Allah di atas segala macam kekuasaan lainnya, lalu memasrahkan urusan-urusannya kepadaNya, akan mendapati akhir kisah urusan itu indah karena diatur dan ditolong Allah SWT."

Syarat pertama dan utama dalam menggapai pertolongan Allah adalah dengan meletakkan KUASA ALLAH di atas segala-galanya. Janganlah pernah mengandalkan selain Allah, karena selain Allah hakikatnya adalah nihil.

Menarik kalau kita tarik kajian di atas pada uraian lebih jauh tentang hakikat tawakkal. Ada dua komponen utama tawakkal: berpegang kokoh pada Allah (i'timad) dan yakin seyakin-yakinnya (tsiqah) pada janji Allah. Mereka yang yang memiliki dua hal ini dalam dirinya pastilah tenang menjalani hidup karena pasti mereka pasrahkan semua pada pengaturan Allah.

Mengandalkan kemampuan diri, apalagi kemampuan orang lain, seringkali berbuah petaka dan kecewa. Karena itulah kita diajari sang Rasul pujaan untuk memulai segala sesuatu dengan menyebut nama Allah, atas nama Allah, dan dengan niat untuk Allah. Itu semua butuh latihan hati, bukan hanya latihan mulut untuk melafalkan niat.

Selanjutnya, kita harus memantaskan diri dengan cara selalu mendekat dan bersama Allah, hadir ke rumah Allah dan duduk bersama orang-orangnya Allah. Mereka yang jauh dari rumah Allah serta jauh dari manusia-manusianya Allah adalah tidaklah pantas mendapatkan pertolonganNya. Lihatlah beberapa perintah dalam al-Qur'an dan hadits Rasulullah yang menyuruh kita ruku' bersama orang-orang yang ruku', bersujud dengan orang-orang yang sujud, serta bersahabat dengab manusia pilihan.

Nah, sekarang mari kita bertanya pada diri kita sendiri: "SUDAH PANTASKAH SAYA MENDAPATKAN PERTOLONGAN ALLAH?" Salam, AIM. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA