Kurangi Ketergantungan Makhluk

KA
Oleh KH Abdullah Gymnastiar
Rabu 18 Maret 2020
share
(Foto: Ilustrasi)

SAUDARAKU. Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab sahihnya bahwa Abdurrahman Auf bin Malik berkata, ketika kami bersama Rasulullah saw, bersembilan, atau berdelapan, atau bertujuh orang, beliau bersabda: "Tidakkah kalian mau berbaiat kepada Rasulullah?"

Saat itu kami baru masuk Islam, maka kami pun menjawab: "Kami telah berbaiat kepada Anda, wahai Rasulllah?" Lalu beIiau bersabda lagi: "Tidakkah kalian mau berbaiat kepada Rasulullah?"

Maka kami segera mengulurkan tangan sambi| berkata: "Kami telah berbaiat kepada Anda, wahai Rasulullah. Maka atas dasar apakah kami mesti berbaiat lagi."

Beliau menjawab: "Menyembah kepada Allah, beribadah kepada Allah, dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, salat yang lima waktu, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya."

Kemudian beliau membisikkan suatu kalimat dengan suara yang sangat lirih, beliau bersabda: "Dan janganlah kalian meminta-minta sesuatu apa pun kepada orang. Sungguh saya telah melihat salah seorang dari mereka, tatkala tongkatnya terjatuh dia tidak meminta orang lain untuk mengambilkannya."

Saudaraku, ini penting. Kita harus mulai latihan tidak meminta bantuan orang dari hal-hal yang kecil. Supaya bisa meminimalisir ketergantungan kita kepada makhluk secara lahiriah. Seperti bangun tidur melipat selimut sendiri dan mencuci piring sendiri sehabis makan. Ini termasuk bagian dari latihan tawakal.

Mulai dari hal-hal yang kecil kita mujahadahkan. Pulpen atau cemilan, kita upayakan sekuat tenaga agar tidak meminta-minta. Apalagi meminta harta. Teruslah lakukan apa yang bisa kita lakukan tanpa meminta bantuan kepada orang lain.

Ada saatnya kita memang membutuhkan pertolongan orang lain. Tapi bukan berarti kita boleh menikmati pemberian bantuan itu. Karena bisa membuat kita terbiasa dan tergantung pada orang lain.

Upayakanlah sekuat tenaga dari kita sendiri.Termasuk dalam hal yang harus dibayar, makajangan menghindar. Misalkan ketika mampir di wc umum, jangan pergi diam-diam atau menunggu penjaganya mengantuk. Lalu, kalau ketahuan malah berkata: "Saya cuma menunggu teman." Tapi bayarlah sendiri.

Ayo, saudaraku. Jangan meminta-minta. Kalau pun misalnya untuk ongkos angkot kita harus menjual jaket atau sepatu, maka juallah. Tidak usah minta dibayari teman yang lebih punya. Jangan menjadi orang yang menjual penderitaan. Jangan suka mengumpulkan barang-barang yang menjadi beban bagi kita di dunia ' dan akhirat.

Sempurnakan ikhtiar. Tidak sekadar di mulut, tapi sampai di hati terdalam. Hati kita bertawakal. Kita berharap berkah hanya dari Allah dengan memutus harapan dari makhluk. Rasanya pasti akan berbeda. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA