Menjadi Manusia yang Disuka Allah

KA
Oleh KH Ahmad Imam Mawardi
Rabu 18 Maret 2020
share
(Foto: Ilustrasi)

SEMUA yang ada dan yang akan ada adalah dicipta Allah dan milik Allah. Dengan segala sifat kesempurnaan Allah, segala yang diptikanNya pastilah memiliki hikmah, tak ada yang sia-sia apalagi merugikan. Memahami rahasia hikmah dari semua yang adalah adalah salah satu kunci membuka pintu ketenangan dan kedamaian hidup.

Adalah mustahil bagi siapapun untuk mengapresiasi apapun dan siapapun jika di dalam dirinya ada kesombongan. Merasa lebih hebat dalam hal apapun daripada orang lain adalah salah satu penyakit jiwa yang sangat tak disuka Allah. Dalam hadits dinyatakan bahwa manusia yang dalam dirinya ada sebutir kesombongan tidaklah diperkenankan masuk surga. Surga adalah tempat manusia sopan, andap asor, seposeliro, serta mudah berempati dan simpati pada orang lain.

Orang yang tampil biasa-biasa saja di hadapan orang lain, walau dirinya memiliki "status sosial ekonomi" lebih dari yang lainnya, adalah orang mulia yang sangat disukai dan dicintai Allah SWT. Perlakukan orang lain secara layak, bahagiakan dan berikan semangat untuk hidup lebih dinamis dan optimis.

Kita harus belajar menjadi orang yang mudah kasihan kepada hamba-hamba Allah, menatap mereka dengan kacamata positif agar mudah bagi kita membantunya dan membimbingnya untuk hidup lebih baik. Dalam hadits disebutkan bahwa orang-orang yang penuh kasih sayang pada penduduk bumi akan disayang oleh Dzat Yang Ada di langit, yakni Allah.

Dari manakah kita memulai? Mulailah dari hal ringan yang tak membutuhkan biaya sama sekali, yaitu tersenyum kepada orang lain. Jangan bakhil senyum karena senyum tidaklah berbayar. Senyumlah dengan penuh ketulusan, bukan senyum politik apalagi senyum sinis. Semua bermula dari hati yang bersih. Belajarlah untuk menampilkan senyum sejati, bukan senyum palsu. Salam, AIM. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA