"Kami Hanya Ikuti Tradisi Nenek Moyang Kami"

IN
Oleh inilahcom
Minggu 22 Maret 2020
share
(Foto: Ilustrasi)

DAKWAH Nabi shallallahu alaihi wa sallam secara terang-terangan ini ditentang oleh bangsa Quraisy dengan alasan bahwa mereka tidak dapat meninggalkan agama yang telah mereka warisi dari nenek moyang mereka dan sudah menjadi bagian dari tradisi kehidupan mereka. Pada saat itu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengingatkan mereka akan perlunya membebaskan pikiran dan akal mereka dari belenggu taklid.

Selanjutnya dijelaskan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam bahwa tuhan-tuhan yang mereka sembah itu tidak dapat memberi faedah atau bahaya sama sekali. Turun-temurunnya nenek moyang mereka dalam menyembah tuhan-tuhan itu tidak dapat dijadikan alasan untuk mengikuti mereka secara taklid buta. Firman Allah Taala menggambarkan keadaan mereka,

"Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?". (QS. Al-Baqarah: 170)

Dua faedah penting disampaikan oleh Syaikh Abu Bakr Al-Jazairy dalam Aysar At-Tafasir:
- Diharamkan untuk mengikuti orang yang tidak berada di atas ilmu dan tidak punya pandangan dalam agama.
- Dibolehkan mengikuti (taklid pada) orang berilmu dan mengambil pendapat mereka yang bersumber dari wahyu ilahi yaitu Al-Kitab dan As-Sunnah.

[baca lanjutan]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA