Masih Enggankah Cinta dan Kembali Kepada Allah

KA
Oleh KH Ahmad Imam Mawardi
Sabtu 04 April 2020
share
(Foto: Ilustrasi)

SALAH satu ilmu yang paling agung adalah cinta kepada Allah. Namun, pelajaran cinta kepada Allah adalah pelajaran yang terkalahkan oleh cinta kepada diri sendiri dan cinta kepada dunia. Karenanya maka manusia begitu sulit berusaha dan bekerja untuk Allah. Sementara untuk urusan pemanjaan diri dan dunia, semangatnya bagai akan hidup seribu tahun lagi.

Kebanyakan manusia melupakan berbagai nikmat yang dinikmatinya selami ini bahwa itu semua dari Allah. Semua nikmat itu bahkan seringkali digunakan untuk "memusuhi" Allah. Astaghfirullaahal adziim.

Imam Mutawalli Sya'rawi mengkisahkan dialog antara Allah dengan bumi, gunung dan lautan berkenaan dengan kenakalan dan kebebalan manusia. Coba lihat dalam tafsir beliau atas surat As-Saba' ayat 9. Bumi, gunung dan lautan rupanya jengkel pula melihat ulah sebagian besar manusia. Mereka berkata kepada Allah:"Wahai Tuhan, izinkan aku menimpa manusia. Mereka telah memakan kebaikan dariMu, namun mereka tak bersyukur kepadaMu."

Bagaimanakah jawaban Allah kepada mereka? Menetes air mata ini membaca jawaban Allah yang sangat penuh cinta dan kelembutan. Allah menjawab permintaan mereka dengan kalimat:"Ini adalah masalahKu dengan makhlukKu. Janganlah kalian ikut campur. Aku yang menciptakan mereka, maka Aku akan merahmati mereka. Jika mereka bertaubat kepadaKu maka Akulah yang menjadi Kekasih mereka. Jika mereka belum bertaubat kepadaku, maka Akulah Penyembuh mereka."

Begitu besar cinta dan sayang Allah kepada kita. Bagaimanakah kita membalasnya? Semoga Allah tanamkan istiqamah di hati kita untuk senantasa cinta dan taat kepadaNya. Salam, AIM. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA