Apa dan Siapa yang Paling Berharga?

KA
Oleh KH Ahmad Imam Mawardi
Minggu 17 Mei 2020
share
(Foto: Istimewa)

BANYAK yang berburu barang-barang berharga yang kalau dimilikinya menjadikan pemiliknya menjadi manusia superkaya. Banyak juga yang berupaya menjadi manusia paling berharga yang biasanya ujung-ujungnya mengantarkan dirinya menjadi pusat perhatian dan pujian. Apakah sesungguhnya yang menentukan sesuatu atau seseorang itu berharga atau tidak?

Emas permata barangkali sudah lumrah dianggap sebagai barang berharga. Namun bagi orang yang akan tenggelam di sungai luas atau di lautan, ban dalam truck jauh adalah lebih berharga dibandingkan emas permata yang dipersembahkan seseorang di saat akan tenggelam itu.

Olahragawan kelas dunia yang selalu tampil memukau di TV mungkin dipandang sangat berharga oleh para fans nya. Namun bagi orang yang sedang sakit, termasuk penggemanya yang sedang sakit, tenaga medis adalah yang paling berharga dan paling diharap. Dari dua contoh di atas tampak sekali bahwa keberhargaan sesuatu itu ditentukan oleh KEBUTUHAN banyak orang akan keberadaan atau kehadirannya.

Bagi orang kampung di atas gunung, mobil mewah bukanlah kendaraan berharga. Kendaraan berharga bagi mereka adalah dokar dengan kuda jantan yang sehat dan kuat. Bagi santri, pemilik beberapa jabatan bukanlah orang yang lebih berharga dibandingkan gurunya yang mengajarkan huruf hijaiyah dan menuntunnya ke jalan yang lurus menuju surga. Semua adalah bergantung pada "siapa membutuhkan apa."

Nah, sekarang tiba pada satu pertanyaan paling penting untuk kebahagiaan hakiki kita, yakni apakah yang paling kita butuhkan dalam hidup ini? Siapakah yang paling kita butuhkan dalam hidup ini? Sudahkan kita berupaya kuat untuk mendapatkannya dan untuk mendekat kepada yang paling kita butuhkan? Jawaban akan pertanyaan ini merupakan jawaban sesungguhnya atas pertanyaan kita "Apa dan Siapa yang berharga bagi saya dalam hidup ini."

Kita membutuhkan ridla Allah SWT dan syafaat Rasulullah Muhammad SAW. Dengan ridla Allah dan syafaat Rasulullah, semuanya langsung selesai tanpa ada sedih dan derita Sudahkah kita berbuat untuk menggapai ridlaNya dan syafaatnya? Sudahkah kita mendekat kepada Allah dan mencintai/merindukan Rasulullah. Bulan Ramadhan adalah madrasah ruhani dan apotek jiwa. Mari kita belajar dan mencari obat untuk jiwa kita. Salam, AIM. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA