Di Manakah Engkau Wahai Ketenangan Jiwa

KA
Oleh KH Ahmad Imam Mawardi
Sabtu 20 Juni 2020
share
 

BANYAK yang pergi menyepi menyendiri demi mencari ketenangan jiwa. Banyak yang pergi berlibur berwisata demi menggapai ketenangan jiwa. Banyak yang menghabiskan waktu menonton hiburan untuk mengusir gelisah dan menjemput ketenangan. Namun, banyak di antara mereka yang mencari ketenangan jiwa itu gagal menemukannya. Ada di manakah ketenangan jiwa itu?

Para ulama, lentera hati kita, menyampaikan kesimpulan yang sangat berharga tentang peta ketenangan jiwa itu. Kata mereka: Stasiun ketenangan jiwa itu ada dalam ridlanya hati kita akan jalan hidup kita. Ketenangan jiwa adalah buah dari ridla hati. "Terimalah apa yang menjadi takdir kita. Itu semua adalah kehendak dan ketentuan Allah Tuhan kita untuk menguji kualitas iman kita."

Lalu, apa makna RIDLA itu sesungguhnya? Singkat bahasan, ridla itu memiliki dua komonen penting: ketulusan mengikuti hukum-hukum syariat dan ketidakmengeluhan menjalani kisah-kisah kehidupan dirinya. Mereka yang mampu bersikap seperti ini sungguh mendapatkan jaminan tenang dan bahagia. Tak inginkah?

Sungguh ketenangan jiwa itu adalah anugerah luar biasa. Ia melampaui nilai kekayaan harta. Buktinya? Begitu banyak orang kaya yang berujar: "Ku tak butuh banyak uang, yang kubutuhkan adalah ketenangan jiwa." Ketenangan jiwa itu melampaui nilai kekuasaan atau jabatan. Betapa banyak orang yang berkuasa atau menjabat yangtertimpa kasus lalu berkata: "Ku tak butuh ini semua. Yang kubutuh hanya tenangnya hidup."

Marilah kita jalani dengan taat apa yang diajarkan agama kita. Mari kita selalu berupaya memungut hikmah dari setiap kisah hidup yang kita lalui. Tersenyumlah. Bismillaah, semua kita tenang bahagia. Salam, AIM, Pengasuh Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA