Jangan Remehkan Sesuatu yang Gratis

KA
Oleh KH Ahmad Imam Mawardi
Kamis 02 Juli 2020
share
 

BANYAK sekali orang yang bangga serta senang sekali saat bisa memiliki sesuatu yang mahal, saat bisa menikmati seuatu yang eksklusif dan berkelas. Sesuatu yang murah harganya apalagi yang gratis dipandang sebelah mata, bahkan adanya dianggap sama dengan tiada. Tak ada syukur di sana.

Baru-baru ini seorang kaya raya di Portugis, pemimpin tertinggi atau CEO Santander Bank, bernama Antonio Vieira Monteiro meninggal dunia karena terjangkit virus corona. Demikian bunyi berita yang beredar. Ada yang menarik dalam kaitannya dengan kematian orang kaya nan tinggi jabatan ini, yakni tulisan puterinya. Berkenaan dengan kematian sang ayah, dia menulis: "Kami adalah keluarga yang sangat kaya. Namun ayahku mati hanya karena tak bisa mendapatkan sesuatu yang gratis, yakni udara untuk dihirup."

Ada dua catatan penting dari tulisan puteri orang kaya ini. Bukan tentang Coronanya, tentang ini para pembaca sudah bosan. Dua hal ini adalah: pertama, kekayaan tidak bisa menolak hadirnya malaikat maut. Kalau begitu, jangan pernah sombong karena kita telah memiliki harta lebih banyak dibandingkan orang lain; kedua, jangan meremehkan yang gratis. Udara yang gratis ini kita syukuri dan jangan kita cemari. Jagalah kebersihan.

Semua kematian adalah karena tidak masuknya kembali udara ke dalam istem tubuh, bukan? Sakit dan beberapa jenis musibah lainnya tidak menjadi penyebab langsung kematian. Namun, jika udara tak bisa lagi kita hirup, maka menurut hukum alam kita pasti mati. Sahabat dan saudaraku, seberat apapun musibah dan sesakit apapun kita, jangan lupa bernafas ya. Berterimakasihlah kepada Allah atas udara yang gratis ini. Salam, AIM. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA