Tahapan-tahapan Menuju Ketenangan Jiwa

KA
Oleh KH Ahmad Imam Mawardi
Selasa 14 Juli 2020
share
 

UJUNG dari semua pencarian manusia adalah ketenangan jiwa, ketentraman hati. Banyak orang yang sudah menggapai cita-cita dunianya yang masih saja mengeluh: "Bukan ini yang saya harapkan. Yang saya inginkan hanyalah tenangnya hati dan perasaan saya." Ada lainnya yang berkata: "Tak apa saya miskin, yang penting saya merasa tenang dan bahagia." Lalu, bagaimanakah cara kita untuk sampai pada ketenangan jiwa itu?

Ada banyak ulama menyampaikan ulasannya tentang ini, tentang "al-uns bi Allah," hakikat ketenangan dan kedamaian karena dekat dan mengenal Allah. Kalau diringkas, ada tiga tahapan yang harus dilalui untuk tiba di tujuan ketenangan jiwa itu.

Pertama adalah bebas dan selamatnya hati dari berbagai jenis penyakit hati. Sebagaimana badan merasa tak nyaman dengan adanya prnyakit sekecil apapun, hati pun tak akan merasa nyaman dengan kenyamanan sempurna saat d penyakit di dalamnya. Pelajarilah penyakit-penyakit hati dan jauhkan dari hati kita. Apa saja dan bagaimana caranya adalah bahasan lain yang perlu kita kaji bersama.

Tahapan kedua adalah mengistiqamahkan hati untuk senantiasa bersambung dengan Allah dan menerima dengan senang hati semua yang diperintahkanNya. Keterputusan hati dengan Allah, lupanya hati akn Allah dan alpanya diri dari melaksanakan perintah Allah hanya akan menambah beban hidup dan kegelisahan jwa. Diajarkannya doa dan dzikir oleh Rasulullah untuk setiap aktifitas kita salah satunya adalah untuk menguatkan sambungan hati kita dengan Allah demi ketenangan dan kedamaian jiwa kita. Sudahkah kita laksanakan?

Tahapan yang ketiga adalah memperbaiki kualitas amal perbuatan kita dan menyegerakan semua jenis perbuatan baik yang mungkin kita lakukan. Gabungan kualitas dan kuantitas amal kebaikan adalah modal utama kebahagiaan dan kedamaian hati kita. Renungkanlah dan semoga ada manfaat dari tulisan pendek ini. Salam, AIM. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA