Masih Adakah Cara Bersembunyi dari Tanggung Jawab?

KA
Oleh KH Ahmad Imam Mawardi
Senin 20 Juli 2020
share
(Foto: Ilustrasi)

SAAT masih sama-sama hidup di dunia, orang yang mendzalimi, menganiaya, menyakiti, merugikan dan menghancurkan orang lain mungkin saja masih merasa aman dengan kemudian bersembunyi atau melarikan diri serta menjauh dari yang didzalimi dan dirugikan. Lebih dari itu mungkin mereka masih bisa tersenyum dan tebar pesona seakan tak pernah berbuat salah. Namun betul-betul amankah?

Tak tahukah bahwa pada akhirnya di dalam perut bumi saat sudah sama-sama mati, kisahnya akan terus berlanjut? Orang yang dzalim akan bertemu dan bahkan didudukkan bersama dengan yang didzalimi. Orang yang mencuri atau menilap uang orang lain akan diperjumpakan dan disandingkan dengan yang dicuri dan ditilap. Orang yang menipu orang lain akan bertemu dan didudukkan bersama yang ditipu. Betapa malunya, betapa pucat pasinya, betapa takutnya dan betapa gemetarnya sang penganiaya, sang pencuri, sang penilap dan sang penipu itu?

Masihkah berlaku diplomasi pada waktu dalam tanah? Masihkah ada tempat melarikan diri dan menjauh? Masihkah ada kesempatan maaf di alam kubur nanti? Jawabannya adalah TIDAK. Selama hidup inilah kita harus berbuat, setelah mati kita tinggal menikmati hasilnya. Kebaikan dan kesabaran akan berbuah bahagia. Sementara kejelekan dan kejahatan akan berbuah siksa dan derita.

Sayangnya banyak sekali manusia yang lupa akan episode panjang pasca kematian. Banyak manusia fokus hanya pada kenikmatan diri dan kepuasan nafsu dalam hidup di dunia yang sementara ini. Betapa tertipunya dengan kehidupan dunia ini. Kesadaran seringkali datang terlambat, yakni saat ajal sudah sampai ditenggorokan dan tak ada harapan lagi untuk memperpanjang usia.

Selama masih hidup, lembutkan hati untuk meminta maaf kepada setiap orang yang didzalimi. Kembalikan semua hak orang lain yang masih ada dalam tanggungan kita. Inilah sesungguhnya jalan keluar dari kegelisahan dan penderitaan tanpa ujung itu.

Bahagia itu tak ada dalam kepemilikan harta dan jabatan, melainkan dalam kebebasan diri dari belenggu tanggungjawab yang memberatkan hidup kini dan nanti. Jujurlah apa adanya hiduplah dengan sederhana dan syukurilah apa yang dipunya. Jauhi dari mendzalimi orang lain dalam bentuk apapun. Salam, AIM. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA