Agar Bisnis Jadi Ibadah

KA
Oleh KH Abdullah Gymnastiar
Jumat 31 Juli 2020
share
(Foto: Istimewa)

BISNIS adalah ibadah. Karena setiap aktivitas yang dilakukan oleh seorang muslim haruslah menjadi ladang amal sholeh bagi dirinya, termasuk yang takdirnya menjadi seorang pedagang.

Ibadah itu minimal ada dua syaratnya. Pertama, niat lurus lillaahi taala, hanya mengejar ridho Allah Swt. Dan yang kedua, caranya benar di jalan Allah Swt.

Mengapa bisnis kita harus jadi ibadah? Karena kita harus yakin seyakin-yakinnya bahwa rezeki itu sepenuhnya sudah diatur oleh Allah Swt. Setiap makhluk yang Allah ciptakan itu sudah dilengkapi dengan rezekinya. Mari kita renungkan firman Allah Swt."Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS. Huud [11] : 6).

Tidak ada satupun yang terlewat di antara segala makhluk yang ada di alam semesta ini, kecuali telah Allah Swt. jamin rezekinya. Bahkan sejak manusia masih berada di dalam rahim ibunya, Allah sudah jamin rezekinya meski ia belum bisa berikhtiar untuk menjemput rezeki Allah Swt.

Setelah beranjak dewasa, manusia diperintahkan untuk melakukan ikhtiar untuk menjemput rezeki Allah Swt. yang bertebaran di muka bumi ini. Mengapa kita istilahkan dengan menjemput, bukan mencari? Karena kalau menjemput itu sudah pasti ada, sedangkan mencari itu belum tentu ada.

Hanya saja apakah kita terampil menjemput rezeki Allah Swt. sesuai dengan tatacara yang Allah ridhoi, ataukah tidak. Inilah yang menentukan keberkahan rezeki yang kita peroleh. Inilah yang menentukan ikhtiar kita menjadi ibadah ataukah tidak.

Jika niat kita lurus dan cara kita benar, maka kita akan berjumpa dengan rezeki yang menjadi hak kita dalam keadaan berkah. Hati kita akan tenang, kebutuhan kita akan tercukupi, dan menjadi amal sholeh yang bernilai ibadah di hadapan Allah Swt.

Sedangkan jika niat kita salah dan tatacara ikhtiar kita juga tidak sesuai dengan yang Allah ridhoi, maka kita akan diliputi oleh rasa cemas dan gelisah, tidak yakin akan jaminan Allah, kita merasa harus bertarung dengan orang lain, kita lupa bahwa setiap orang sudah ada jatah rezekinya masing-masing.

Bisnis itu adalah amal sholeh dan ibadah. Bahkan bisnis dicontohkan pula oleh nabi Muhammad Saw. Bisnis harus menjadi ibadah dengan cara niat yang lurus karena Allah Swt. dan tatacara yang juga baik dan benar sesuai dengan yang Allah ridhoi. Kejujuran, bertanggungjawab, tidak berbuat curang dalam timbangan, memberikan informasi apa adanya tentang kondisi barang dagangan kepada konsumen, adalah beberapa di antara wujud ikhitar yang baik dan benar.

Jika demikian, maka Allah Swt. akan memberikan kemudahan memperoleh ide dan inspirasi kepada kita sehingga bisnis kita semakin berkah, semakin bermanfaat bagi lebih banyak orang, dan bernilai ibadah. Insyaa Allah. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA