Mungkinkah Kisah Hidup Terulang Sama?

KA
Oleh KH Ahmad Imam Mawardi
Kamis 13 Agustus 2020
share
 

DALAM sebuah kitab diceritakan bahwa di jaman dahulu orang naik haji itu banyak sekali yang naik onta dengan cara berkelompok menjadi kafilah-kafilah. Tidak seperti saat ini yang rerata dimanja dengan alat transportasi beraneka macam. Ada seorang yang sudah tua sekali menceritakan kisah perjalanan hajinya bersama ayahnya.

"Saya dan ayah naik unta menyusuri jalan panjan menuju tanah suci. Kami berada dalam satu kelompok besar bersama kafilah. Di tengah jalan, ayah saya minta turun karena akan 'menunaikan hajat.' Ayah saya menyuruh saya untuk terus berjalan bersama kafilah, beliau akan menyusulnya kemudian."

"Ketika sudah agak jauh kafilah berjalan, saya menoleh dan tak terlihat ayah saya. Saya turun dari unta berlari kembali ke tempat ayah saya. Saya bertekat menggendong beliau di punggung untuk kemudian berlari menyusul kafilah. Saat saya menggendong ayah saya, terasa ada tetesan air menetes membasahi muka saya. Ternyata tetesan air itu adalah air mata ayah saya. Ayah saya menangis."

"Saya berkata kepada ayah saya bahwa saya tak merasa erat dan bahwa ayah saya bahkan lebih ringan ketimbang bulu. Ayah saya berkata bahwa beliau menangis bukan karena itu, melainkan karena DI TEMPAT YANG SAMA PADA WAKTU DAHULU BELIAU MENGGENDONG AYAHNYA KETIKA BERHAJI, PERSIS SEPERTI YANG DILAKUKAN SAYA KEPADA AYAH"

Sahabat dan saudaraku. Sejarah bisa berulang, kisah bisa jadi sama walau terjadi di lain waktu. Perlakukan orang lain dengan sangat baik, terutama orang tua kita, agar kelak kitapun akan diperlakukan dengan baik. Salam, AIM. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA