Novel Karya Isfendi Zulkarnaen

Di 1/3 Akhir Malam (Bagian 29-Tamat)

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 12 September 2020
share
 

Sementara itu dunia tiba-tiba dikejutkan oleh wabah virus Corona yang awalnya dari Wuhan, Hubei, China. Penyebaran virus corona jenis SARS CoV-2 sebagai penyebab Covid-19, itu sangat masif dan cepat ke seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Semua sektor terdampak, terutama di bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi luluh lantak.

Bahkan, virus Corona ini pun tak segan-segan membuat pasien yang memiliki penyakit kronis menjadi tidak tertolong. Pasien virus Corona yang meninggal dunia pun setiap hari bertambah jumlahnya. Namun, jumlah pasien yang sembuh juga lebih banyak.

Setiap negara sibuk mengatasi virus tersebut agar penduduknya tidak banyak yang terpapar. Namun, kehidupan harus terus berjalan di tengah pandemik ini. Para ulama menyebut kondisi ini tak lain adalah Allah SWT sedang menguji hamba-Nya agar tidak semena-mena dalam menjalani kehidupan.

Di Kantor Koran Bongkar sedang berlangsung rapat mendadak khusus di jajaran redaksi. Big boss Rusli Atmaja langsung yang memimpin rapat. Artinya, ada sesuatu hal penting yang ingin disampaikannya.

"Assalamualaikum. Pagi semua," sapa Rusli Atmaja membuka rapat.

"Waalaikumsalam," jawab semua peserta rapat.

"Langsung saja ke pokok materi rapat. Kita mengetahui situasi dan kondisi sekarang sangat tidak kondusif akibat virus Corona. Banyak sudah orang yang terkena virus ini. Bahkan jumlahnya terus bertambah di dunia. Begitu pula di negara kita, setiap hari dilaporkan masyarakat yang terpapar semakin melonjak. Sekarang pemerintah terus kerja keras untuk mengatasinya," tutur Rusli Atmaja.

Semua diam.

"Kini pemerintah mengundang dan mengajak masyarakat menjadi relawan untuk membantu tim medis, mengingat pasien baru Covid-19 terus bertambah. Bahkan, kini pemerintah juga menawarkan kepada masyarakat untuk menjadi relawan dalam rangka menguji vaksin Covid-19 yang sudah ditemukan dari negara luar," tambah Rusli Atmaja.

Peserta rapat redaksi Koran Bongkar menyimak penjelasan big boss-nya.

"Siapa yang berminat? Memang ini harus orang yang benar-benar ikhlas karena Allah dalam menjalani tugas sebagai relawan. Orang yang memiliki iman kuat dan bermental baja, demi menolong saudara-saudara kita yang kena virus Corona," kata Rusli Atmaja sambil menatap satu per satu peserta rapat.

"Harus ekstra hati-hati saat melaksanakan tugas relawan tersebut nantinya. Makanya sebelum dikirim ke rumah sakit-rumah sakit untuk membantu tim medis, para relawan diberi pelatihan agar mengetahui apa saja yang harus dilakukan dan tidak boleh dikerjakan agar selamat dalam tugas," tutur Rusli Atmaja.

Semua kembali diam dan menyimak informasi dari pemilik media tersebut.

"Saya menawarkan kepada Anda, para wartawan Koran Bongkar untuk memenuhi undangan tersebut. Siapa yang siap dan mau?"

Para wartawan Koran Bongkar masih diam. Mereka belum merespon.

"Ayo yang punya nyali gede, yang sangat peduli dengan aspek kemanusiaan. Daftar sekarang!" tandasnya lagi.

Belum juga ada yang menjawab. Masing-masing wartawan saling pandang.

"Saya siap, Pak," tiba-tiba suara Elang Saja mengagetkan kawan-kawannya. Ia menunjuk tangan dengan mantap. Tak ada keraguan sedikit pun mewarnai wajahnya.

"Saya sudah menduga kamu yang siap menjalani tugas besar ini, Lang. Tapi keputusan ini bukan karena kamu lagi galau dan stress kan, akibat kekasih kamu wafat?" selidik Rusli Atmaja.

"Iya, Lang, bukan karena kamu putus asa, ya, sehingga berani mengambil keputusan untuk ikut sebagai relawan yang berisiko ini," tambah Bang Najim, Pemimpin Redaksi Koran Bongkar.

"Alhamdulillah. Keputusan saya benar-benar pengen ngebantuin tim medis yang udeh berupaya keras buat nyembuhin masyarakat yang kena virus Corona," jawab Elang Saja dengan wajah semangat.

"Alhamdulillah," ucap semua peserta rapat serempak.

"Kalo soal Widya, semoga almarhumah udeh tenang dan berada di sisi Allah. Saya ikhlas menerima realita ini, karena semuanye udeh ditentuin oleh Allah. Jadi saya udeh move on. Sayajelasin hal ini agar Pak Rusli, Bang Najim, dan kawan-kawan tau kondisi saya sekarang," tambah Elang Saja.

"Oke, saya puas dengan hasil rapat ini. Semua urusan administrasi untuk mendaftar sebagai relawan, nanti diatur pemimpin perusahaan. Kamu tinggal berangkat saja dan siapkan mental lebih kuat lagi. Pesan saya, tunjukkan kinerja kamu di sana. Kamu sukses, berarti sukses pula untuk Koran Bongkar, juga untuk Indonesia tercinta. Karena negeri ini mempunyai anak muda berprofesi jurnalis dan ustadz yang sukses dan tangguh," kata Rusli dan menutup rapat pagi.

"Aamiin yaa robbal aalamiin. Makasi, ye,Pak," ujar Elang Saja.

Rusli Atmaja, Bang Najim, dan kawan-kawan wartawan, bergantian memeluk erat Elang Saja. Ruang rapat makin mengharu-biru ketika salah seorang wartawan berdoa untuk kesuksesan Elang Saja dalam menjalani tugas berat ini, dan untuk kebesaran Koran Bongkar yang mempunyai wartawan sehebat Elang Saja.

Elang Saja menelpon dua ayah angkatnya, juga Wina Faiz, serta sahabat barunya Reva Izni mengenai kabar gembira ini. Mereka mendukung penuh keputusan Elang Saja.

"Hati-hati, ya, Lang. Saya siap kapan waktu menerima telpon dari kamu. Hitung-hitung melepaskan rasa kangen saya kepada kamu, Lang," lirih suara Reva Izni dari ponselnya.

"Makasi, ye, Reva. Saya akan hati-hati dan ngerinduin kamu," jawab Elang Saja pas jarum jam di dinding kamar tidurnya menunjukkan angka 12 malam. "Lusa saya berangkat, Reva," ujarnya lagi.

"Semoga kamu selalu dalam lindungan Allah, diberi kesehatan, kebahagiaan, dan rejeki berlimpah. Aamiin yaa robbal aalamiin," kata Reva Izni.

"Aamiin yaa robbal aalamiin," sambut Elang Saja dan menutup ponselnya.

Esok harinya, ketika mentari masih sembunyi di balik tirainya, Elang Saja sudah sampai di makam Rojali dan Rohana, ayah dan ibu angkatnya, di TPU Menteng Atas, Jakarta Selatan. Rojali dan Rohana sangat berjasa karena membesarkan Elang Saja sejak dari bayi hingga usia delapan tahunan. Rojali dan Rohana yang bekerja sebagai pemulung mencurahkan kasih sayang kepada Elang Saja di gubuk sangat sederhana. Gubuk RoRo menjadi simbol perjuangan hidup mereka yang membentuk mental-spritual Elang Saja menjadi kuat dan tegar.

Elang Saja juga berziarah ke pusara Pelangi, ibu kandungnya, yang dimakamkan di areal belakang Pondok Pesantren Al Arif, Banten. Setelah itu, Elang Saja melanjutkan ziarahnya ke makam Widya Shema di TPU Tanah Kusir, Tangerang Selatan. Ia melakukan semua hal ini, karena esok hari sudah berangkat menuju pembekalan sebagai relawan untuk mengemban tugas mulia.

Seharian berkeliling melakukan ziarah ke makam orang-orang tercinta, Elang Saja merasakan ada sesuatu kekuatan untuk menjalani hidup ini lebih baik lagi. Tiba di rumah menjelang sholat Magrib. Sejak pihak kantor memberikan reward kepada Elang Saja berupa rumah dinas, ia membawa ayah angkatnya Ustadz Sahid, dan ibu angkatnya. Rumah lumayan besar dan mewah ini menjadi motivasi Elang Saja untuk memanjakan kedua orangtua angkatnya.

Malam semakin jatuh dan terus bergelinding menyambut sang fajar. Di sepertiga akhir malam, seperti biasa Elang Saja mendirikan sholat Tahajjud. Detik-detik di sepertiga akhir malam itu adalah sesuatu yang sangat mahal. Melewati begitu saja merupakan kerugian sangat besar.

Kemudian Elang Saja membuka ponsel dan membaca WhatsApp (WA) dari KH Muhammmad Ali Zulkarnaen yang menyebutkan, di sepetiga akhir malam ada penantian Allah SWT kepada hamba-Nya. Di saat itu Allah SWT mencurahkan cinta-Nya dengan membuka ruang pengharapan seluas-luasnya kepada hamba-Nya. Di sepertiga akhir malam, Allah SWT turun ke langit dunia dan tetap menanti hamba-Nya. Siapa yang berdoa kepada Allah SWT, maka Allah SWT kabulkan doanya. Siapa yang minta ampunan kepada Allah SWT, maka Allah SWT mengampuni.

"Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat Tahajjud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Allah SWT mengangkatmu ke tempat yang terpuji". (QS Al-Isra 17: Ayat 79).

Selesai sholat Tahajjud, Elang melanjutkan berdoa, wirid, kemudian tadarusan melanjutkan bacaan Al Quran yang rutin dilakukannya, sambil menunggu adzan Subuh mengumandang.

Ketika sang fajar mulai menyembulkan wajahnya dan menebar kehangatannya, Elang Saja sudah melangkah pasti dan mantap dengan kepasrahan total kepada Allah SWT menuju tempat pembekalan para relawan. Mereka akan diberikan pembelajaran cara-cara membantu tim medis mengatasi dan berupaya menyembuhkan pasien Covid-19. Selain itu, Elang Saja sudah mempersiapkan dirinya untuk menjadi relawan uji klinis dari vaksin Covid-19 yang diberitakan di media massa sudah ditemukan dari luar negeri.

Elang Saja melangkah ke luar rumah dalam kondisi berpuasa sunnah di hari Senin ini. Ia sudah terbiasa sejak kecil menjalani ibadah puasa sunnah Senin dan Kamis yang diajarkan orangtua angkatnya.

"Lang, keberhasilan hanya untuk mereka yang mau bersusah-payah dan bernyali menghadapi realitas kehidupan," pesan dokter Reva Izni melalui WA yang dikirim ke ponsel Elang Saja. Pesan ini menancap di benak dan kalbu Elang Saja. [Selesai]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA