Antara Keinginan dan Fakta

KA
Oleh KH Ahmad Imam Mawardi
Senin 21 September 2020
share
 

BANYAK yang berkata bahwa kecewa adalah kondisi perasaan yang tak nyaman karena ada perbedaan antara keinginan dan fakta. Semakin lebar perbedaannya maka semakin besar kekecewaannya. Tentu, ini dalam konteks jika fakta atau kenyataannya itu lebih jelek dibanding keinginan.

Adakah orang yang tak kecewa saat keinginannya tak tercapai? Ada. Ini biasanya berlaku pada orang-orang yang sangat yakin bahwa dirinya adalah hamba, bukan Tuhan. Orang seperti ini biasanya yakin bahwa yang pasti terjadi dalam hidup adalah apa yang dikehendaki Allah, bukan yang dikehendaki dirinya atau orang lain.

Oleh karena itu, beberapa guru sering mengajarkan agar tak menuhankan keinginan diri. Yang sangat perlu dilakukan secara istiqamah adalah melakukan segala apa yang disukai Allah. Yakinlah bahwa jika itu yang dilakukan maka Allah akan memberikan yang terbaik kepada dirinya.

Sebagai penutup mari kita renungkan dua pertanyaan ini: pertama, apakah semua keinginan kita harus dan pasti didapat?; kedua, apakah apa yang Allah tetapkan untuk kita pasti tiba kepada kita? Saya yakin kita semua bisa menjawab dengan benar. Yang pasti sampai kepada kita adalah yang ditetapkan Allah sebagai bagian kita. Terimalah bagian kita dan syukuri, maka keberkahan akan bertambah. Salam, AIM. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA