https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   03 April 2021 - 06:00 wib

Hukum Menyegerakan Penguburan Jenazah

berita-profile

Inilah

0

0

ADA yang bertanya, mana yang sesuai sunnah, menyegerakan pemakaman jenazah atau menundanya untuk menunggu banyak orang berkumpul?


Kami menjawab sebagai berikut :

Yang sesuai sunnah adalah menyegerakan pemakaman kecuali jika ada penghalang. Para ulama mengatakan bahwa yang sunnah adalah menyegerakannya.

Dalam hadis dikatakan, “Tidak semestinya jenazah seorang Mukmin tertahan di kedua pundak keluarganya”

Para ulama mengatakan, kecuali jika si mayat meninggal secara tiba-tiba. Maka boleh menundanya hingga bisa dipastikan bahwa ia telah wafat. Dan praktik seperti ini sudah ada di beberapa rumah sakit sekarang. Yaitu, bisa diketahui bahwa ia sudah benar-benar wafat dengan menundanya beberapa waktu yang tidak menimbulkan bahaya, yaitu (bisa menimbulkan bahaya) jika hadir waktu salat jemaah atau jika telah hadir para pelayat.

Ini dibolehkan jika menundanya hanya beberapa waktu saja. Adapun jika ditunda untuk jangka waktu yang lama, maka ini tidak selayaknya dilakukan.

Maka, tidak selayaknya menunda pemakaman jenazah (untuk jangka waktu yang lama). Namun jika ditunda misalnya dari subuh hingga zuhur atau dari zuhur hingga ashar, maka tidak mengapa. Adapun jika ditunda hingga sehari atau dua hari, maka ini tidak selayaknya dilakukan, kecuali ada kebutuhan untuk itu. []

Sumber: Fatawa Munawwa’ah Syaikh Abdul Aziz Ar Rajihi, 11/42, Asy Syamila

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Empati

Cerita Penuh Keringat, Relawan Pemakaman Jenazah Covid19

Selain tenaga medis, pengobranan relawan pemakaman jenazah Covid19 patut mendapat penghargaan.
berita-headline

Viral

Identifikasi 41 Jenazah Korban Lapas Tangerang, Operasi Tim DVI Berakhir

Sebanyak 41 jenazah korban kebakaran Lapas Klas 1 Tangerang s
berita-headline

Viral

Pemprov Sudah Perbaiki Makam Ambles di Rorotan

Sebanyak 10 petak makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rorotan, Jakarta Utara yang ambles atau ta