Terancam Direshuffle, Dipo Alam Bela SBY

MA
Oleh Moh Anshari
Minggu 20 Februari 2011
share
Dipo Alam - foto:istimewa

INILAH.COM, Jakarta Pernyataan Sekretaris Kabinet Dipo Alam yang menyebut pemuka agama dan pengamat "bermata kalong" melihat pemerintah dinilai sebagai pembelaan buta terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut juru bicara tokoh lintas agama, Fajar Riza Ul Haq, pembelaan itu terkait erat dengan posisi Dipo yang terancam terkena reshuffle.
"Kami menenggarai pernyataan-pernyataan Dipo Alam ada kaitan erat dengan posisinya yang terancam diganti. Sebab, Dipo Alam muncul belakangan di saat-saat isu reshuffle makin kencang. Dia menyebut kami mata kalong supaya SBY senang dan mempertahankan posisi dia," terang Fajar kepada INILAH.COM, Minggu (20/2/2011).

Menurut Direktur Eksekutif Maarif Institue ini, Dipo gencar menyerang kaum agamawan dan para pengkritik pemerintah dengan maksud "Asal Bapak Senang" (ABS). "Lantaran posisinya terancam, Dipo memerankan diri sebagai anak buah yang ABS atau Asal Bapak Senang. Makanya dia bela habis-habisan dengan komentar-komentar menyerang pemuka agama, dan itu sangat tidak pantas," tandasnya.

Fajar menyoal tugas inti dari Dipo Alam sebagai Sekretaris Kabinet yang tidak semestinya memberi komentar-komentar politik.

"Apa sih sebetulnya tugas dia sebagai Sekretaris Kabinet? Tugasnya kan mengatur tata administrasi di kabinet dan tidak ada kaitan dengan urusan memberi tanggapan yang bernada politik. Jadi, sudah jelas pernyataan yang tidak proporsional itu semata-mata untuk kepentingan mengamankan posisi dia pribadi. Ini bentuk kepanikan Dipo Alam saja," ujarnya. [bar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA