FPG: Pepatah Bugis SBY Menghipnotis

VN
Oleh Vina Nurul Iklima
Jumat 14 Agustus 2009
share
Priyo Budi Santoso - inilah.com /Dokumen

INILAH.COM, Jakarta - Pepatah dalam bahasa Bugis yang disampaikan Presiden SBY dalam pidatonya dinilai telah menghipnotis Fraksi Partai Golkar. Pepatah itu begitu menggugah layaknya sebuah sajak."Dalam pidato Pak SBY yang agak menghipnotis kami itu setelah sebuah sajak atau puisi Bugis yang disampaikan," kata Ketua FPG Priyo Budi Santoso dalam dialektika 'Menanggapi pidato presiden' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).Menurut Priyo, ketika membacakan sajak itu, bahasa tubuh SBY penuh arti kepada Wapres Jusuf Kalla. SBY membacakan itu ditujukan kepada JK, tapi entah maksudnya apa."Bahasa tubuh beliau (SBY) sambil menatap Pak JK, saya tahu karena berada sekitar 5 meter jaraknya," tuturnya.Saat itulah, lanjut Priyo, bagian pidato SBY yang sangat menggugah. SBY mengajak masyarakat optimistis menghadapi tantangan ke depan."Tadi secara keseluruhan pidato yang disampaikan Pak SBY itu cantik. Tidak banyak hal-hal yang disampaikan terlalu teknis," ujarnya.Selain itu, bagian pidato yang dianggap cantik itu di antaranya pujian terhadap para presiden terdahulu. SBY secara terbuka memuji mantan Presiden Megawati Soekarnoputri yang telah menorehkan sejarah dalam berdemokrasi. "Jadi saya tidak tahu pintu masuk untuk mengkritik," tandasnya.SBY dalam pidatonya menyatakan, "Sebagaimana pepatah Bugis mengatakan, resopa temmangingi namalomo naletei pammase dewata, yang artinya, hanya perjuangan dan kerja keras yang terus menerus yang akan mendapatkan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa." [ikl/sss]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA