Janji Tak Lindungi Kader Demokrat

SBY Tak Mau Partainya Dihuni Koruptor

ML
Oleh Mevi Linawati
Kamis 12 Mei 2011
share
 

INILAH.COM, Jakarta - Pernyataan tegas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyikapi kasus dugaan suap Sesmenpora dan korupsi pembangunan wisma atlit Sea Games di Palembang merupakan bentuk tanggung jawab.

Sebagai pendiri, ketua dewan pembina dan ketua majelis kehormatan Partai Demokrat, SBY tidak sudi partainya dinodai oleh aksi korupsi kader-kadernya.

Oleh karena itulah, meski Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum belum bersuara soal kasus yang diduga melibatkan Bendum Partai Demokrat M Nazaruddin, SBY berinisiatif langsung angkat bicara.

"Jadi masuk akal Pembina Partai Demokrat yang mengambil alih peran, bahwa kalau ada yang terlibat silakan ditindak dan diverifikasi hukum oleh KPK," terang pengamat politik Universitas Airlangga, Haryadi kepada INILAH.COM, kamis (12/5/2011).

Setelah SBY berbicara, Haryadi meyakini KPK tidak akan terbebani mengusut kasus ini. Sebab SBY sudah memberi lampur hijau mengusut secara tuntas meski harus mengorbankan petinggi partainya.

"Walaupun tidak terbukti, kasus ini bisa memperburuk citra suatu partai. Karena biasanya, kasus yang menimpa suatu partai, akan dijadikan sebuah amunisi dari partai lain untuk menyerang pada pemilihan umum."

Sebelumnya, presiden mempersilakan KPK dan lembaga penegak hukum untuk mengungkapkan kasus yang menyeret Sekretaris Menpora Wafid Muharam itu secara transparan dan akuntabel. "Dengan demikian masyarakat juga mengikuti tentang kebenaran dari apa yang diduga ini," katanya.

Terkait keterlibatan para kader Partai Demokrat itu, Presiden meminta agar publik menunggu hasil penyelidikan KPK terlebih dulu. "Komentar-komentar publik itu memang sering tidak bisa dibedakan mana yang fakta dan mana yang analisis." [mah]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA