Ada Ego Sektoral di Balik Commuter Line

WP
Oleh Wahyu Praditya Purnomo
Senin 04 Juli 2011
share
inilah.com/Ardy Fernando

INILAH.COM, Jakarta - Pemberlakuan sistem single operator pada pengoperasian Commuter Line mendapatkan reaksi banyak pihak, termasuk dari Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selamat Nurdin. Ia melihat ada permasalahan ego sektoral antara PT KAI dengan Pemprov DKI Jakarta.

Pemberlakuan commuter line sejak 2 Juli 2011 itu menimbulkan sejumlah persoalan karena banyaknya keluhan dari penumpang. "Perkiraan saya, ini masalah ego sektoral dan motif otoritas pusat yang terganggu. Termasuk adanya pembagian bisnis yang tergerus. Pasalnya PT KAI adalah perseroan terbatas yang punya motif bisnis yang kuat. Sehingga kepentingan otoritas dan bisnis lebih utama dibandingkan kemaslahatan umum," kata Selamat Nurdin.

Seandainya PT KAI mau berkordinasi dengan Pemprov DKI, lanjut Selamat, maka masalah kemacetan dan minimnya transportasi publik di Jakarta bisa dapat teratasi. Selamat melihat perlunya keterlibatan dari wakil presiden, yang terlibat dalam rekomendasi 17 langkah mengatasi transportasi, untuk menyelesaikan masalah yang ada.

"Minimal menteri perkonomian mengumpulkan semua pihak dalam mengambil keputusan bersama. Serta melakukan evaluasi secara berkesinambungan," katanya. [tjs]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA