Pemerintah Didesak Berikan Insentif Migas

TS
Oleh Tio Sukanto
Sabtu 16 Juli 2011
share
Anggota Komisi VII DPR, Satya W Yudha - dpr.com

INILAH.COM, Jakarta - DPR meminta pemerintah segera mengeluarkan kebijakan baru di sektor migas berupa kemudahan atau insentif.

Hal ini dilakukan mengingat potensi/cadangan minyak Indonesia sudah mulai bergeser ke arah laut dalam. "Saya mengimbau kepada pemerintah agar segera meningkatkan eksplorasi lapangan-lapangan baru, terutama di kawasan Indonesia Timur yang memang belum terjamah. Oleh karena itu, pemerintah harus bisa memberikan kemudahan kepada investor baik berupa insentif atau lainnya. Sebab, untuk mengeksplorasi di Kawasan Timur, yang merupakan laut dalam dibutuhkan dana yang sangat besar dan itu tidak mudah didapatkan oleh pemerintah," ungkap Anggota Komisi VII DPR, Satya W Yudha saat berbincang dengan INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (16/7).

Sementara terkait pernyataan pengamat perminyakan Kurtubi yang mengatakan turunnya produksi minyak disebabkan oleh UU Migas No 21 Tahun 2001 yang menyebabkan produksi minyak menjadi menurun karena investasi yang kecil dirinya tidak setuju. "Nggak ada kaitannya UU Migas dengan lifiting minyak. Justru karena kendala alam produksi minyak itu jadi menurun," tukas dia. "Oleh karena itu, pemerintah harus meningkatkan eksplorasi lapangan-lapangan baru," tambahnya.

Seperti diketahui sebelumnya, pengamat perminyakan Kurtubi mengatakan bahwa menurunnya produksi minyak dikarenakan UU Migas No 21 Tahun 2001. Menurutnya, dengan adanya UU Migas tersebut investasi di bidang migas menjadi menurun. Pasalnya, sebelum melakukan eksplorasi ladang minyak, para investor sudah dikenakan pajak. Hal inilah yang tentunya memberatkan para investor tersebut. "Minyak belum muncrat, masak sudah dikenakan pajak. Ya tentu merugikan mereka," tegasnya.

Produksi minyak saat ini baru mencapai 906 juta barel per hari, namun dengan adanya perbaikan Lapangan Tunu (Kalimantan) produksi minyak diperkirakan akan meningkat menjadi 920 ribu barel per hari. [cms]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA