Soal Partai Islam, Sri Mulyani Obyektif

HS
Oleh Haris Supriyanto
Sabtu 16 Juli 2011
share
inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Pernyataan Sri Mulyani yang mengatakan mayoritas masyarakat Indonesia kurang berminat memilih partai Islam adalah realita tak terbantahkan.

"Sejak pemilu tahun 1955 sampai tahun 2009 memang kenyataannya partai Islam tidak mampu mengalahkan kekuatan suara partai nasionalis," ujar pengamat politik IndoBarometer Abdul Hakim, kepada INILAH.COM, Sabtu (16/7/2011).

Hakim menjelaskan, dalam perolehan setiap pemilu bisa dipastikan partai-partai yang berasas Islam tidak bisa menyaingi suara yang didulang partai-partai nasionalis.

"Kalau kita mau simulasi, hasil perolehan suara gabungan antara partai islam dengan partai nasionalis berbanding cukup jauh, sekitar 20 banding 80 persen," bebernya.

Ia menjelaskan, semakin merosotnya minat masyarakat terhadap partai Islam karena paradok yang terjadi selama ini.

"Dan itu terbukti, misalnya, tidak semua partai nasionalis yang tersangkut kasus korupsi, tapi tidak sedikit juga kader partai Islam yang menjadi tersangka kasus itu," ujarnya.

Dalam wawancara khusus dengan wartawan Charlie Rose yang disiarkan Bloomberg TV, pada 5 Juli 2011, yang transkrip wawancaranya dimuat di Srimulyani.Net, Sri Mulyani mengatakan bahwa mayoritas umat Islam di Indonesia lebih memilih partai beraliran nasionalis. [mah]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA