Harga Minyak Dunia Turun

Kemenkeu Perkirakan Penerimaan Migas Turun

MR
Oleh Mosi Retnani Fajarwati
Selasa 09 Agustus 2011
share
 

INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Keuangan memperkirakan penerimaan minyak dan gas (migas) bakal turun tahun ini seiring penurunan harga jual minyak mentah di pasar internasional.

"Harga minyak turun memang akan menyebabkan penerimaan turun. Namun, belanja migas pun akan turun. Namun, kami kan sudah menegaskan, volume BBM bersubsidi ada di level 40,4 juta kilo liter dengan subsidi BBM sebesar Rp117 triliun, tanpa PPN DTP (pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah Rp4 triliun," ujar Plt Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Bambang PS Brodjonegoro dalam jumpa pers di kantor Kemenkeu, Selasa (9/8).

Saat ini harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada pada level US$81 per barel. Ia mengatakan, level tersebut lebih rendah dibandingkan harga pada hari sebelumnya yaitu US$86 per barel.

Kendati demikian, ia urung memperkirakan level penurunan harga jual minyak mentah Indonesia (ICP). Pasalnya hal tersebut merupakan kewenangan Kementerian ESDM. Namun ICP biasanya berada diantara harga WTI (harga di pasar Amerika Serikat) dan Brent (harga di pasar London).

"Semua komponen investasi mengalami kejatuhan harga, kecuali emas. Begitu pun dengan minyak mentah yang ikut turun," ujarnya.

Ia menegaskan asumsi minyak masih tetap menggunakan yang ditargetkan dalam APBN Perubahan (APBN-P) 2011 yang sebesar US$95 per barel. Pemerintah juga tidak akan mengubah volume subsidi BBM yakni 40,4 juta kilo liter.

"Kami masih tegas menggunakan angka-angka itu. Kalau harga turun, seharusnya subsidi minyak pun turun, sebab realisasi harganya lebih rendah dari asumsi dalam APBN-P 2011. Kami tidak akan terlalu cepat bereaksi karena belum tentu naik atau turunnya banyak. Apalagi, masih ada musim panas dan musim dingin," jelasnya. [hid]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA