Jembatan Rusak di Sleman, Arus Mudik Dialihkan

HB
Oleh Harian Bernas
Selasa 09 Agustus 2011
share
tribunnews.com

INILAH.COM, Sleman - Lima jembatan di Sleman mengalami kerusakan sehingga arus mudik lebaran akan dialihkan. Perbaikan jembatan diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober mendatang.

"Perbaikan jembatan yang rusak kebetulan dilakukan bersamaan. Sejak awal Juli lalu perbaikan sudah dilakukan, namun karena tidak bisa dikebut maka baru akan selesa Oktober nanti," kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kabupaten Sleman Djoko Sardjono, Selasa (9/8).

Djoko mengatakan perbaikan jembatan merupakan kegiatan rutin dilakukan, bukan hanya saat menjelang lebaran. Dari lima jembatan yang rusak itu, dua di antaranya berada di Kecamatan Turi yakni Somohitan dan Soprayan, kemudian Jembatan Tegalsari di Kecamatan Mlati, Simacan di Kecamatan Seyegan dan Magunan di Kecamatan Sleman.

Selain jembatan rusak, pasca erupsi Merapi sejumlah ruas jalan juga mengalami kerusakan akibat truk-truk yang mengangkut pasir. Jalan yang rusak berada di ruas jalan Kroulan Kejambon yang berada di Desa Sindumartani dan Bimomartani Kecamatan Ngemplak sepanjang 1,5 kilometer.

Selain itu ruas jalan Jambon Bronggang yang berada di Sindumartani Kecamatan Ngemplak 1,8 kilometer, Kowulan Widodomartani Ngemplak 1,5 kilometer dan Prambanan Klangon perbatasan Kalasan dan Cangkringan 2 kilometer.

Kendati jalan jalan ini rusak, namun arus mudik lebaran tidak akan terganggu sebab jalan tersbut bukan merupakan jalur arus mudik. Jalan jalan ini biasanya untuk angkutan truk truk pasir.

Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sleman Marjanto mengatakan jalur arus mudik akan dialihkan terkait adanya lima jembatan yang masih dalam perbaikkan tersebut. Kendati demikian, dia mengatakan masih ada perubahan terkait jalur jalur tersebut sehingga belum ada kepastian jalur mudik yang bisa dilewati.

"Sejumlah jalur memang belum pasti. Kami masih melakukan perubahan. Jumat pekan depan baru ada kepastian jalur mana yang bisa dilewati," katanya. [mor]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA