Setiap Hari MRT Butuhkan Listrik Sekitar 100 MAV

WP
Oleh Wahyu Praditya Purnomo
Rabu 10 Agustus 2011
share
 

INILAH.COM, Jakarta - PT. Mass Rapid Transit (MRT) telah mempersiapkan beberapa kemungkinan dalam membangun angkutan massal tersebut, salah satunya adalah sumber tenaga listrik yang akan digunakan. Dalam operasional sehari-hari diperkirakan MRT Jakarta membutuhkan daya listrik sebesar 100 Mega Voltage Ampere (MVA).

Saat ditemui Direktur Fungsi Korporasi PT MRT Jakarta, Eddi Santosa mengatakan, kebutuhan listrik pembangunan jalur MRT yang akan dibangun mulai tahun 2012 dengan koridor Lebak Bulus-Kampung Bandan nanti, akan dipasok oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan level paling tertinggi.

"Pengoperasian MRT harus memiliki kestabilan lisrik sebab bila sewaktu-waktu kereta berhenti tiba-tiba bisa membuat seluruh penumpang panik dan tentu akan menimbulkan masalah. Untuk itu, dalam kereta akan dipasang alat yang bisa menyimpan cadangan listrik selama 10 menit," ujarnya.

Dengan cadangan listrik tersebut, lanjutnya, kereta masih bisa beroperasi ke stasiun berikutnya. Bila perkiraan tingkat kedatangan (headway) di setiap stasiun sekitar lima menit, maka kereta masih bisa berjalan sampai dua stasiun berikutnya, dengan jarak antar stasiun sekitar 1-2 km.

Masalah pasokan listrik tersebut PT MRT Jakarta sudah meneken nota kesepahaman (MoU) dengan General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang sejak 15 Juni 2009. "Dalam kesepakatan tersebut, selain masalah sistem dan tegangan penyaluran daya listrik, juga mencakup kerjasama dalam penyediaan lahan untuk sarana sistem kelistrikan," jelasnya.[bay]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA